Australia Cabut Kewarganegaraan Lima Pendukung ISIS

Australia Cabut Kewarganegaraan Lima Pendukung ISIS

Duniabola99 - Australia mencabut kewarganegaraan lima orang yang ikut berperang dengan ISIS di Irak dan Suriah. Menteri Dalam Negeri Peter Dutton menyatakan Australia lebih aman tanpa orang-orang yang terlibat terorisme. (9/8)

Mereka telah bergabung dengan Khaled Sharrouf, seorang pejuang ISIS yang menjadi perhatian dunia karena mengunggah foto-foto anaknya yang berusia tujuh tahun memegang kepala yang terpenggal. Ia adalah satu-satunya warga Australia yang telah dicabut kewarganegaraannya karena bertindak melawan kepentingan negara.

"Saya memastikan bahwa kelima orang tersebut tidak lagi menjadi warga negara Australia karena keterlibatan mereka dengan ISIS," kata Menteri Dalam Negeri Peter Dutton dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/8).

"Pada dasarnya, kewarganegaraan membutuhkan kesetiaan kepada negara. Lima warga negara ini telah melawan kepentingan Australia dengan melakukan kegiatan terorisme dan secara efektif memilih meninggalkan masyarakat Australia."

Kelima warga negara Australia yang namanya tidak disebutkan berusia antara 20 dan 30 tahun. Dutton tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas teroris.

"Australia menjadi lebih aman jika mereka menjauh dari Tanah Air kita," ujarnya.

Canberra semakin khawatir dengan kembalinya warga negara Australia yang telah berperang dengan ISIS. Karena itu, pemerintah mengusulkan undang-undang baru dalam beberapa tahun terakhir ini untuk menjaga keamanan Australia.

Salah satu undang-undang menyatakan bahwa seorang warga negar akan kehilangan kewarganegaraan jika mereka juga memiliki paspor dari negara lain.

Sharrouf adalah warga Australia pertama yang dicabut kewarganegaraannya karena terlibat dengan kelompok ISIS. Dia juga berkewarganegaraan Lebanon.

Pada 2013, ia meninggalkan Australia menuju ke Suriah bersama keluarganya.

Istrinya yang berasal dari Australia Tara Nettleton telah meninggal dan Sharrouf dilaporkan tewas di Irak karena serangan drone pada 2015.

Beberapa laporan media meragukan kematian Sharrouf. Nasib kelima anak mereka masih tidak diketahui.

Sharrouf memicu kemarahan komunitas internasional pada 2014 saat ia mengunggah beberapa foto di media sosial yang menunjukkan anaknya yang bernama Abdullah memegang kepala prajurit yang terpenggal.

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.