Author: Kisah Memek

  • Video bokep suster Yui Hatano threesome dengan dokter dan pasien

    Video bokep suster Yui Hatano threesome dengan dokter dan pasien


    818 views

  • Kisah Memek Menuntaskan gairah janda di dalam bioskop berlanjut di rumahnya

    Kisah Memek Menuntaskan gairah janda di dalam bioskop berlanjut di rumahnya


    912 views

    Duniabola99.com – Awal aku mengenalnya pada saat dia mengundang perusahaan tempatku bekerja untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai produk yang akan dipesannya. Sebagai marketing, perusahaan mengutusku untuk menemuinya. Pada awal pertemuan siang itu, aku sama sekali tidak menduga bahwa Ibu Bella yang kutemui ternyata pemilik langsung perusahaan. Judi Bola Online


    Wajahnya cantik, kulitnya putih laksana pualam, tubuhnya tinggi langsing (Sekitar 175 cm) dengan dada yang menonjol indah. Dan pinggulnya yang dibalut span ketat membuat bentuk pinggangnya yang ramping kian mempesona, juga pantatnya wah sungguh sangat montok, bulat dan masih kencang

    Sepanjang pembicaraan dengannya, konsentrasiku tidak 100%, melihat gaya bicaranya yang intelek, gerakan bibirnya yang sensual saat sedang bicara, apalagi kalau sedang menunduk belahan buah dadanya nampak jelas, putih dan besar

    Di sofa yang berada di ruangannya yang mewah dan lux, kami akhirnya sepakat mengikat kontrak kerja. Sambil menunggu sekretaris Ibu Bella membuat kontrak kerja, kami mengobrol kesana-kemari bahkan sampai ke hal yang agak pribadi.

    Aku berani bicara kearah sana karena Ibu Bella sendiri yang memulai. Dari pembicaraan itu, baru kuketahui bahwa usianya baru 25 tahun, dia memegang jabatan direktur sekaligus pemilik perusahaan menggantikan almarhum suaminya yang meninggal karena kecelakaan pesawat.

    “Pak gala sendiri umur berapa”, bisiknya dengan nada mesra
    “Saya umur 26 tahun, Bu!” balasku
    “sudah berkeluarga?”, pertanyaannya semakin menjurus, aku sampai GR sendiri
    “Belum, Bu!”

    Tanpa kutanya, Ibu Bella menerangkan bahwa sejak kematian suaminya setahun lalu, dia belum mendapatkan penggantinya

    “Ibu cantik, masih muda, saya rasa seribu lelaki akan berlomba mendapatkan Ibu bella”, aku sedikit memujinya
    “Memang, ada benarnya juga yang Bapak Gala ucapkan, tapi mereka rata-rata juga mengincar kekayaan saya”, nadanya sedikit merendah

    Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu, Ibu Bella bangkit berdiri membukakan pintu, ternyata sekretarisnya telah selesai membuat kontrak kerjanya


    “Kalau begitu, saya permisi pulang, Bu!, semoga kerjasama ini dapat bertahan dan saling menguntungkan”, aku segera pamit dan mengulurkan tangan
    “Semoga saja”, tangannya menyambut uluran tanganku
    “Terima kasih atas kunjungannya, Pak Gala ”

    Cukup lama kami bersalaman, aku merasakan kelembutan tangannya yang bagaikan sutera, namun sebentar kemudian aku segera menarik tanganku, takut dikira kurang ajar. Namun naluri laki-lakiku bekerja, dengan halus aku mulai merancang strategi mendekatinya

    “Oh ya, Bu Bella, sebelum saya lupa, sebagai perkenalan dan mengawali kerjasama kita, bagaimana kalau Ibu Bella saya undang untuk makan malam bersama”, aku mulai memasang jerat

    “Terima kasih”, jawabnya singkat
    “Mungkin lain waktu, saya hubungi Pak Gala, untuk tawaran ini ”
    “Saya tunggu, Bu permisi”

    Aku tak mau mendesaknya lebih lanjut. Aku segera meninggalkan kantor Ibu Bella dengan sejuta pikiran menggelayuti benakku. Sepanjang perjalanan, aku selalu terbayang kecantikan wajahnya, postur tubuhnya yang ideal. Ah kayaknya semua kriteria cewek idaman ada padanya

    Tak terasa satu bulan sejak pertemuan itu, meskipun aku sering mampir ke tempat Ibu Bella dalam kurun waktu tersebut, tapi tidak kutemui tanda-tanda aku bisa mengajaknya sekedar Dinner. Meskipun hubunganku dengannya menjadi semakin akrab

    Menginjak bulan ke-2, akhirnya aku bisa mengajaknya keluar sekedar makan malam. Aku ingat sekali waktu itu malam Minggu, kami bagai sepasang kekasih, meskipun pada awalnya dia ngotot ingin menggunakan mobilnya yang mewah, akhirnya dia bersedia juga menggunakan mobil Katanaku yang bisa bikin perut mules

    Beberapa kali malam Minggu kami keluar, sungguh aku jadi bingung sendiri, aku hanya berani menggenggam jarinya saja, itupun aku gemetaran, degup-degup di jantungku terasa berdetak kencang padahal hubungan kami sudah sangat dekat, bahkan aku dan dia sama-sama saling memanggil nama saja, tanpa embel-embel Pak atau Bu


    Sampai pada malam Minggu yang kesekian kalinya, kuberanikan diri untuk memulainya, waktu itu kami di dalam bioskop Dalam keremangan, aku menggenggam jarinya, kuelus dengan mesra, kelembutan jarinya mengantarkan desiran-desiran aneh di tubuhku, kucoba mencium tangannya pelan, tidak ada respon, kulepas jemari tangannya dengan lembut. Kurapatkan tubuhku dengan tubuhnya, kupandangi wajahnya yang sedang serius menatap layar bioskop

    Dengan keberanian yang kupaksakan, kukecup pipinya Dia terkejut, sebentar memandangku Aku berpikir pasti dia akan marah, tapi respon yang kuterima sungguh membuatku kaget Dengan tiba-tiba dia memelukku, mulutnya yang mungil langsung menyambar mulutku dan melumatnya

    Sekian detik aku terpana, tapi segera aku sadar dan balas melumat bibirnya, ciumannya makin ganas, lidah kami saling membelit mencoba menelusuri rongga mulut lawan Sementara tangannya semakin kuat mencengkram bahuku Aku mulai beraksi, tanganku bergerak merambat ke punggungnya, kuusap lembut punggungnya, bibirku yang terlepas menjalar ke lehernya yang jenjang dan putih, aku menggelitik belakang telinganya dengan lidahku

    “Bella, aku sayang kamu”, kubisikkan kalimat mesra di telinganya
    “Gal, akupun sayang kamu”, suaranya sedikit mendesah menahan birahinya yang mulai bangkit

    Dan saat tanganku menyusup ke dalam blousnya, erangannya semakin jelas terdengar Aku merasakan kelembutan buah dadanya, kenyal. Kupilin halus putingnnya, sementara tanganku yang satunya menelusuri pinggangnya dan meremas-remas pinggulnya yang sangat bahenol

    Segera kubuka kancing blous bagian depannya, suasana bioskop yang gelap sangat kontras sekali dengan buah dadanya yang putih Perlahan kukeluarkan buah dadanya dari branya, kini di depanku terpampang buah dadanya yang sangat indah, kucium dan kujilat belahannya, hidungku bersembunyi diantara belahan dadanya, lidahku yang basah dan hangat terus menciumi sekelilingnya perlahan naik hingga ke bagian putingnya

    Kuhisap pelan putingnya yang masih mungil, kugigit lembut, kudorong dengan lidahku Bella semakin meracau Tanganya menekan kuat kepalaku saat putingnya kuhisap agak kuat Sementara aku merasakan gerakan di celanaku semakin kuat, senjataku sudah menegang maksimal

    Tanganku yang satunya sudah bergerak ke pahanya, spannya kutarik ke atas hingga batang pahanya tampak mulus, putih Kubelai, kupilin pahanya sementara mulutku mengisap terus puting buah dadanya kiri dan kanan Dan saat jariku sampai di pangkal pahanya, aku menemukan celana dalamnya Perlahan jari-jariku masuk lewat celah celana dalamnya, kugeser ke kiri, akhirnya jari-jariku menemukan rambut kemaluannya yang sangat lebat


    Dengan tak sabar, kugosokkan jariku di klitorisnya sementara mulutku masih asyik menjilati puting buah dadanya yang semakin mencuat ke atas pertanda gairah nya sudah memuncak, meskipun jari-jariku sedikit terhalang celana dalamnya tapi aku masih dapat menggesek klitorisnya, bahkan dengan cepat kumasukkan jariku ke dalam celahnya yang lembat, terasa agak basah Jariku berputar-putar di dalamnya, sampai kutemukan tonjolan lembut bergerigi di dalam kemaluannya, kutekan dengan lembut G-spotnya itu, kekiri dan kekanan perlahan

    “Achh Gala aku sudah nggak tahan Terus Gal oh ” Suaranya makin keras, birahinya sudah dipuncak

    Tangannya menekan kepalaku ke buah dadanya hingga aku sulit bernafas, sementara tangan yang satunya menekan tanganku yang di kemaluannya semakin dalam. Akhirnya kurasakan seluruh tubuhnya bergetar, kuhisap kuat puting susunya, kumasukkan jariku semakin dalam

    “Ahh oh Gal aku ke lu ar ” Kurasakan jariku hangat dan basah “Makasih Gal, sudah lama aku tak merasakan kenikmatan ini ” Aku hanya bisa diam, menahan tegangnya senjataku yang belum terlampiaskan tapi rupanya Bella sangat pengertian Dengan lincahnya dibukanya reitsleting celanaku, jari-jarinya mencari senjataku.

    Aku membantunya dengan menggerakan sedikit tubuhku Saat tangannya mendapatkan apa yang dicarinya, sungguh reaksinya sangat hebat “Oh besar sekali Gal aku suka aku suka barang yang besar ” Bella seperti anak kecil yang mendapatkan permen

    Senjataku yang sudah kaku perlahan dikocoknya, aku merasakan nikmat atas perlakuannya, sementara tangannya asyik mengocok batang senjataku, tangan satunya membuka kancing bajuku, mulutnya yang basah menciumi dadaku dan menjilati putingku, sesekali Bella menghisap putingku. Aliran darahku semakin panas, gairah ku makin terbakar Aku merasakan spermaku sudah mengumpul di ujung, sementara kepala senjataku semakin basah oleh pelumas yang keluar

    “Bella, aku sudah nggak tahan ”
    “Tahan sebentar, Gal ”

    Bella melepaskan jilatan lidahnya di dadaku dan langsung memasukkan senjataku ke dalam mulutnya, aku merasakan kuluman mulutnya yang hangat dan sempit Kulihat mulutnya yang mungil sampai sesak oleh kemaluanku Bella semakin kuat mengocok batang senjataku ke dalam mulutnya

    Akhirnya kakiku sedikit mengejang untuk melepaskan spermaku “Awas Bell, aku mau keluar ” kutarik rambutnya agar menjauh dari batang senjataku, tapi Bella malah memasukkan senjataku ke dalam mulutnya lebih dalam, aku tak tahan lagi, kulepaskan tembakanku, 7 kali denyutan cukup memenuhi mulutnya yang mungil dengan spermaku

    Bella dengan lahap langsung menelannya dan membersihkan cairan yang tertinggal di kepala senjataku dengan lidahnya Aku menarik nafas panjang mengatur degup jantungku yang tadi sangat cepat

    Setelah lampu menyala kembali pertanda pertunjukan telah usai, kami sudah rapi kembali Kulihat jam di pergelangan tanganku menunjukan pukul 10 00 malam. Aku langsung mengantarnya pulang, dalam perjalanan kami tak banyak bicara, kami saling memikirkan kejadian yang baru saja kami alami bersama


    Sampai di rumahnya yang mewah di bilangan Pluit, aku langsung ditariknya menuju kamar pribadinya yang sangat luas “Gal, saya belum puas, kita teruskan permainan yang tadi ” Tangannya langsung membuka kancing bajuku dan mulai membangkitkan gairah ku, sementara pikiranku semakin bingung, kenapa Bella yang tadinya kalem bisa berubah ganas begini?

    Tapi pikiranku kalah dengan gairah yang mulai berkobar di dadaku, terlebih saat tangannya dengan lihai mengusap dadaku Bagai musafir seluruh tubuhku dicium dan dijilatinya dengan penuh nafsu Aku pun tak mau kalah sigap, di ranjangnya yang empuk kami bergulat saling memilin, melumat, dan saling menghisap

    Saat pakaian kami mulai tertanggal dari tempatnya Kami saling melihat, aku melihat kesempurnaan tubuhnya, apalagi di daerah selangkangannya yang putih bersih, sangat kontras dengan bulu kemaluannya yang sangat hitam dan lebat Dan Bella memandangi senjataku yang mengacung menunjuk langit-langit kamar Hanya sebentar kami berpandangan, aku langsung meraih tubuhnya dan memapahnya ke ranjang

    Kuletakkan hati-hati tubuhnya yang gempal dan lembut, aku mulai menciumi seluruh tubuhnya, lidahku menari-nari dari leher sampai ke jari-jari kakinya Kuhisap puting buah dadanya yang kemerahan, kujilat dan sesekali kugigit mesra Ssementara tanganku yang lain meremas-remas pinggul dan pantatnya yang sangat kenyal

    Pergulatan kami semakin seru, kini posisi kami berbalikan seperti angka 69, kami saling menghisap puting dada Saat aku memainkan puting dadanya yang sudah mencuat, lidahnya menjilati putingku Aku turun menjilati perutnya, kurasakan juga perutku dijilati dan akhirnya lidah kami saling menghisap kemaluan

    Aku merasakan hangat di kepala senjataku saat lidahku menari-nari menelusuri celah kemaluannya, lidahku semakin dalam masuk ke dalam celah kewanitaannya yang telah basah, kuhisap klitorisnya kuat-kuat, kurasakan tubuhnya bergetar hebat

    Lima belas menit sudah kami saling menghisap, nafsuku yang sudah di ubun-ubun menuntut penyelesaian Segera aku membalikkan tubuhku Kini kami kembali saling melumat bibir, sementara senjataku yang sudah basah oleh liurnya kuarahkan ke celah pahanya, sekuat tenaga aku mendorongnya namun sulit sekali Tubuh kami sudah bersimbah peluh

    Akhirnya tak sabar tangan Bella memandu senjataku, setelah sampai di pintu kemaluannya, kutekan kuat, Bella membuka pahanya lebar-lebar dan senjataku melesak ke dalam kemaluannya Kepala senjataku sudah berada di dalam celahnya, hangat dan menggigit Kutahan pantatku, aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku Perlahan kutekan pantatku, senjataku amblas sedalam-dalamnya Gigi Bella yang runcing tertancap di lenganku saat aku mulai menaikturunkan pantatku dengan gerakan teratur


    Remasan dan gigitan liang kewanitaannya di seluruh batang senjataku terasa sangat nikmat Kubalikan tubuhnya, kini tubuh Bella menghadap ke samping Senjataku menghujam semakin dalam, kuangkat sebelah kakinya ke pundakku Batang senjataku amblas sampai mentok di mulut rahimnya Puas dari samping, tanpa mencabut senjataku, kuangkat tubuhnya, dengan gerakan elastis kini aku menghajarnya dari belakang

    Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat, sementara senjataku keluar masuk semakin cepat Erangan dan rintihan yang tak jelas terdengar lirih, membuat semangatku semakin bertambah Ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku, segera kucabut senjataku “Pllop ” terdengar suara saat senjataku kucabut, mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Bella mencengkram senjataku “Achh, kenapa Gal aku sedikit lagi”, protes Bella

    Dia langsung mendorong tubuhku, kini aku telentang di bawah, dengan sigap Bella meraih senjataku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok

    Kini Bella dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sementara aku di bawah sudah tak sanggup rasanya menahan nikmat yang kuterima dari gerakan Bella, apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar, aku bertahan sekuat mungkin

    Satu jam sudah berlalu, kulihat Bella semakin cepat bergerak, cepat hingga akhirnya aku merasakan semburan hangat di senjataku saat tubuhnya bergetar dan mulutnya meracau panjang “Oh aku puas Gal, sangat puas ” tubuhnya tengkurap di atas tubuhku, namun senjataku yang sudah berdenyut-denyut belum tercabut dari kemaluannya. Kurasakan buah dadanya yang montok menekan tubuhku seirama dengan tarikan nafasnya

    Setelah beberapa saat, aku sudah merasakan air maniku tidak jadi keluar, segera kubalikkan tubuhnya kembali. Kini dengan gaya konvensional aku mencoba meraih puncak kenikmatan, kemaluannya yang agak basah tidak mengurangi kenikmatan


    Aku terus menggerakkan tubuhku Perlahan gairah nya kembali bangkit, terlebih saat batang senjataku mengorek-ngorek lubang kemaluannya kadang sedikit kuangkat pantatku agar G-spotnya tersentuh Kini pinggul Bella yang seksi mulai bergoyang seirama dengan gerakan pantatku Jari-jarinya yang lentik mengusap dadaku, putingku dipilin-pilinnya, hingga sensasi yang kurasakan tambah gila

    Setengah jam sudah aku bertahan dengan gaya konvensional Perlahan aku mulai merasakan cairanku sudah kembali ke ujung kepala senjataku Saat gerakanku sudah tak beraturan lagi, berbarengan dengan hisapan Bella pada putingku dan pitingan kakinya di pinggangku, kusemprotkan air maniku ke dalam kemaluannya, kami berbarengan orgasme

    Sejak kejadian itu, kami sering melakukannya. Aku baru tahu bahwa gairah nya sangat tinggi, selama ini dia bersikap alim, karena tidak mau sembarangan main dengan cowok. Dia mau denganku karena aku sabar, baik dan tidak mengejar kekayaannya. Apalagi begitu dia tahu bahwa senjataku dua kali lipat mantan suaminya, tambah lengket saja gairah nya.

    Memang yang kukejar hanyalah kenikmatan dunia yang didasari Cinta. Kalau harta sih, ada sukur, nggak ada ya cari dong.

  • Kisah Memek Di kapal Ciremai Aku hilangkan TIket

    Kisah Memek Di kapal Ciremai Aku hilangkan TIket


    958 views

    Duniabola99.com – Aku ingin berbagi cerita, kisahku ini adalah kejadian yang benar-benar kualami sendiri. Untuk menjaga nama baik keluarga, nama dan marga sengaja kusamarkan. Aku berharap semoga beban batinku akan berkurang setelah aku menceritakannya.


    Aku adalah seorang gadis dari Kawanua, sebut saja namaku Inge, aku anak pertama dari 6 bersaudara dan aku satu-satunya anak perempuan. Kehidupan ekonomi keluargaku bisa dibilang mencemaskan. Beruntung aku bisa tamat SMA, ini karena aku mendapat beasiswa dari Yayasan Super Semar.

    Aku sedih melihat keadaan keluargaku, ayahku adalah seorang Pegawai Negeri golongan II, ibuku hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang tidak mempunyai skill, kerjanya hanya mengurus putra-putrinya. Rasanya aku ingin membantu ayah, mencari uang. Tapi apalah daya aku hanya lulusan sekolah menengah, namun begitu kucoba untuk melamar kerja di perusahaan yang ada di kota Manado. Hasilnya nihil, tak satupun perusahaan yang menerima lamaranku. Aku mahfum, disaat krisis sekarang ini banyak PT yang jatuh bangkrut, kalaupun ada PT yang bertahan itu karena mem-PHK sebagian karyawannya.

    Lalu aku berpikir, kenapa aku tidak ke Jakarta saja, kata orang di Ibukota banyak lowongan pekerjaan, dan aku teringat tetanggaku Mona namanya, dia itu katanya sukses hidup di Jakarta, terbukti kehidupan keluarganya meningkat drastis. Dahulu kehidupan keluarga Mona tidak jauh berbeda dengan keadaan keluargaku, pas-pasan. Tapi sejak Mona merantau ke Jakarta, ekonomi keluarganya makin lama makin berubah. Bangunan rumah Mona kini sudah permanen, isi perabotnya serba baru, dari kursi tamu, tempat tidur semuanya mewah, juga TV 29″ antena parabola dan VCD mereka miliki. Aku ingin seperti Mona, toh dia juga hanya tamatan SMA. Kalau dia bisa kenapa aku tidak? Aku harus optimis.

    Pada suatu hari di bulan September, tahun 1998 aku pamit kepada keluargaku untuk merantau ke Jakarta. Meskipun berat papa dan mama merelakan kepergianku. Dengan bekal uang Rp 75.000 dan tiket kelas Ekonomi hasil hutang papaku di kantor, aku akhirnya meninggalkan desa tercinta di Kawanua. Dari desa aku menuju pelabuhan Bitung, aku harus sudah sampai di pelabuhan sebelum pukul 6 sore karena KM Ciremai jurusan Tg.Priok berangkat jam 19:00 WIT, waktu satu jam tentu cukup untuk mencari tempat yang nyaman. Karena tiketku tidak mencantumkan nomor seat, maklum kelas ekonomi, aku berharap mendapat lapak untuk menggelar tikar ukuran badanku. Tapi sial, angkutan yang menuju pelabuhan begitu terlambat, pada waktu itu jam sudah menunjuk pukul 18:45. Waktuku hanya 15 menit. Ternyata KM.Ciremai sudah berlabuh, aku melihat hiruk pikuk penumpang berebut menaiki tangga, aku tergolong calon penumpang yang terakhir, dengan sisa-sisa tenagaku, aku berusaha lari menuju KM.Ciremai, aku hanya menggendong tas punggung yang berisi pakaian 3 potong.


    Aku sudah berada di dek kapal kelas ekonomi, tapi hampir semua ruangan sudah penuh oleh para penumpang. Keringat membasahi seluruh tubuhku, ruangan begitu terasa pengap oleh nafas-nafas manusia yang bejibun. Aku hanya bisa berdiri di depan sebuah kamar yang bertuliskan Crew, di sekitarku terdapat seorang Ibu tua bersama 2 orang anak laki-laki usia sekolah dasar. Mereka tiduran di emperan tapi kelihatannya mereka cukup berbahagia karena dapat selonjoran. Aku berusaha mencari celah ruang untuk dapat jongkok. Aku bersyukur, Ibu Tua itu rupanya berbaik hati karena bersedia menggeserkan kakinya, kini aku dapat duduk, tapi sampai kapan aku duduk kuat dengan cara duduk begini. Sedangkan perjalanan memakan waktu 2 hari 2 malam.

    Tidak lama kemudian KM.Ciremai berangkat meninggalkan pelabuhan Bitung, hatiku sedikit lega, dan aku berdoa semoga perjalanku ini akan mengubah nasib. Tak sadar aku tertidur, aku sedikit terkejut sewaktu petugas menanyakan tiket, aku ingat tiketku ada di dalam tas punggungku. Tapi apa lacur, tasku raib entah dimana, aku panik, aku berusaha mencari dan bertanya kepada Ibu tua dan anak laki-lakinya, tapi mereka hanya menggelengkan kepala. Bandar Bola

    “Cepat keluarkan tiketmu..” ujar seorang petugas sedikit menghardik.
    “Aku kehilangan tas, tiket dan uangku ada di situ..” jawabku dengan sedih.
    “Hah, bohong kamu, itu alasan kuno, bilang aja kamu tak membeli tiket, Ayo ikut kami ke atas,” bentak petugas yang bertampang sangar.

    Akhirnya aku dibawa ke dek atas dan dihadapkan kepada atasan petugas tiket tadi.
    “Oh.. ini orangnya, berani-beraninya kamu naik kapal tanpa tiket,” kata sang atasan tadi.
    “Tiketku hilang bersama pakaianku yang ada di tas, saya tidak bohong Pak, tapi benar-benar hilang..”
    “Bah itu sih alasan klasik Non, sudah ratusan orang yang minta dikasihani dengan membuat alasan itu.” ucapnya lagi.
    “Kalau Bapak tak percaya ya sudah, sekarang aku dihukum apapun akan aku lakukan, yang penting aku sampai di Jakarta.”
    “Bagus, itu jawaban yang aku tunggu-tunggu..” ujar lelaki berseragam putih-putih itu.
    Kalau kutaksir mungkin lelaki tersebut baru berusia 45 tahun, tapi masih tegap dan atletis, hanya kumis dan rambutnya yang menonjolkan ketuaannya karena agak beruban.


    “Tapi ingat kamu sudah berjanji, akan melakukan apa saja..” ujar lelaki itu, seraya menunjukkan jarinya ke jidatku.
    “Sekarang kamu mandi, biar tidak bau, tuh handuknya dan di sana kamar mandinya..” sambil menunjuk ke arah kiri.
    Betapa girang hatiku, diperlakukan seperti itu, aku tidak menyangka lelaki itu ternyata baik juga. Betapa segarnya nanti setelah aku mandi.
    “Terima kasih Pak,” ujarku seraya memberanikan diri untuk menatap wajahnya, ternyata ganteng juga.
    “Jangan panggil Pak, panggil aku Kapten..” tegasnya.
    Aku sempat membaca namanya yang tertera di baju putihnya. “Kapten Jonny” itulah namanya.

    Aku sekarang sudah berada di kamar mandi.
    “Wah, betapa wanginya tuh kamar mandi,” gumamku nyaris tak terdengar. Kunyalakan showernya maka muncratlah air segar membasahi tubuhku yang mulus ini, kugosok-gosokan badanku dengan sabun, kuraih shampo untuk mencuci rambutku yang sempat lengket karena keringat.

    Sepuluh menit kemudian aku keluar dari kamar mandi, aku bingung untuk bersalin pakaian, aku harus bilang apa kepada Sang Kapten. “Wah cantik juga kamu,” tiba-tiba suara itu mengejutkan diriku. Dan yang lebih mengejutkan adalah pelukan Sang Kapten dari arah belakang. Aku hanya terdiam, “Siapa namamu, Sayang?” bisiknya mesra. “Inge..” jawabku lirih. Aku tidak berusaha berontak, karena aku ingat akan janjiku tadi. Karena aku diam tak berreaksi, maka tangan Sang Kapten makin berani saja menjelajahi dadaku dan menciumi leher serta telingaku. Aku menggelinjang, entah geli atau terangsang, yang pasti sampai usiaku 19 tahun aku belum pernah merasakan sentuhan lelaki. Bukannya tidak ada lelaki yang naksir padaku, ini karena sikapku yang tidak mau berpacaran. Banyak teman sekelas yang berusaha mendekatiku, selain lumayan cantik, aku juga tergolong pandai, makanya aku mendapat beasiswa. Maka tak heran banyak lelaki di sekolahku yang berusaha memacariku, tapi aku cuek, alias tidak merespon.

    “Ooohh.. jangan Kapten.” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku ketika pria separuh baya itu menyentuh barang yang amat berharga bagi wanita, bulu-bulu lembut yang tumbuh di sekitar vaginaku dielusnya dengan lembut, sementara handuk yang melekat di tubuhku sudah jatuh ke lantai. Dan aku pun tahu bahwa lelaki ini sudah bertelanjang bulat.


    Aku merasakan benda kenyal yang mengeras menyentuh pantatku, nafas hangat dan wangi yang memburu terus menjelajahi punggungku, tangannya yang tadi mengelus vaginaku sekarang meremas-remas kedua payudaraku yang ranum, ini membuat dadaku membusung dan mengeras. Aku tak percaya, tangan lelaki ini seolah mengandung magnet, karena mampu membangkitkan gairah yang tak pernah kurasakan seumur hidupku.

    “Ooohh.. aahh..” hanya desahan panjang yang dapat kuekspresikan bahwa diriku berada dalam libido yang betul-betul mengasyikan.
    “Inge kau betul-betul lugu, pegang dong batangku,” kata Kapten Jonny, seraya meraih tanganku dan menempelkannya ke batang zakarnya yang keras tapi kenyal.
    “Jangan diam saja, remaslah, biar kita sama-sama enak..” ujarnya lagi.

    Akhirnya walaupun aku sebelumnya tidak pernah melakukan senggama, naluriku seolah membimbing apa yang harus kuperbuat apabila bercumbu dengan seorang laki-laki. Akhirnya aku berbalik, kuraih batang kemaluannya kuremas dan kukocok-kocok, sampai kumainkan biji pelirnya yang licin.Sang Kapten mendesah-desah, “Ooohh.. aachh.. enak sekali Sayang, teruskan.. oh teruskan..” sambil matanya terpejam-pejam. Aku jongkok, tanpa ragu kujilat dan kukulum torpedo Sang kapten, sampai terbenam ke tenggorokanku.

    Aku benar-benar menikmatinya seperti menikmati es Jolly kesukaanku di waktu kecil dulu. Aku tak peduli erangannya, kusedot, kusedot dan kusedot terus, sampai akhirnya zakar Sang Kapten yang panjangnya hampir 12 centi itu memuncratkan cairan hangat ke mulutku yang mungil. “Aaahh.. aku sudah tak kuat Inge,” gumamnya. Betapa nikmatnya cairan spermanya, sampai tak sadar aku telah menelan habis tanpa tersisa, ini membuat seolah Sang Kapten tak mampu untuk tegak berdiri. Dia bersandar di dinding kapal apalagi gerakan kapal sekarang ini sudah tak beraturan kadang bergoyang kekiri kadang kekanan.

    “Kamu betul-betul hebat Inge,” puji Kapten Jonny sambil mencium bibirku.
    “Inge jangan kau anggap aku sudah kalah, tunggu sebentar..”
    Dia bergegas menuju lemari kecil, lantas mengambil sesuatu dari botol kecil dan menelannya lantas membuka kulkas dan mengambil botol minuman sejenis Kratingdaeng.


    “Sini Sayang..” ujar sang kapten memanggilku mesra.
    “Istirahat dulu kita sebentar, ambillah minuman di kulkas untukmu,” lanjut Kapten Jonny.
    Kubuka kulkas dan kuraih botol kecil seperti yang diminum Kapten Jonny. Aku meminumnya sedikit demi sedikit, “Ooohh.. sedap sekali minuman ini.. aku tak pernah merasakan betapa enaknya.. minuman apa ini.” Ternyata label minuman ini tertulis huruf-huruf yang aku tak paham, mungkin aksara China, mungkin Jepang mungkin juga Korea. Ah persetan.. yang penting tenggorokanku segar.

    “Kau berbaringlah di di situ,” pinta Kapten Jonny sambil menunjuk tempat tidurnya yang ukurannya tidak begitu besar. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk dan membal. Kulihat jam dinding sudah menunjuk pukul 12 malam. Aku heran mataku tak merasa ngantuk, padahal biasanya aku sudah tidur sebelum pukul 22:00. Aku sengaja tidak menggunakan selimut untuk menutupi tubuhku, kubiarkan begitu saja tubuhku yang polos, barangkali ini akan membangkitkan gairah libido Sang Kapten yang tadi sudah down. Aku berharap semoga Sang Kapten akan terangsang melihat dadaku yang sengaja kuremas-remas sendiri.

    Sang Kapten sudah bangkit dari kursi santainya, dia menenggak sebotol lagi minuman sejenis Kratindaeng. Dia sudah berada di tepi ranjang, sekarang dia mulai mengelus-elus kakiku dari ujung jari merambat ke atas dan berhenti lama-lama di pahaku, mengusap-usap dan menjilatinya, dan sekarang lidahnya sudah berada di mulut vaginaku. “Ooohh.. geli..”

    Sejurus kemudian lidahnya dijulurkan dan menyapu permukaan bibir vaginaku. Pahaku sengaja kulebarkan, hal ini membuat Sang Kapten bertambah buas dan liar, diseruputnya klitorisku. “Ooohh.. aahh.. teruskan Kapten, lanjutkan Kapten.. Ooohh.. nikmat sekali Kapten..” Tangannya tidak tinggal diam, diraihnya kedua payudaraku, diremasnya dan tak lupa memelintir putingku dengan mesra.

    “Ooohh.. aku sudah tak tahan Kapten..” desisku.
    “Tahan Sayang.. tahan sebentar.. biarkan aku menikmati vaginamu yang wangi ini.. aku tak pernah merasakan wanginya vagina dari wanita lain..”
    “Sruupp.. sruupp.. sruupp..” Terus saja mulut Kapten Jonny dengan rajinnya menjelajah bagian dalam vaginaku yang sudah empot-empotan ini akibat rangsangan yang amat tinggi.

    “Sudah Kapten.. lekas masukkan batang zakarmu, aku sudah tidak tahan..”
    “Baik, rasakanlah Sayang.. betapa nikmatnya rudalku ini..”
    “Tapi pelan-pelan Kapten, aku benar-benar masih perawan..”
    “Oke, aku melakukannya dengan hati-hati..” janji Kapten Jonny.
    “Buka lebar pahamu, Inge..” saran Kapten Jonny.
    Dan..


    “Blleess..”
    “Ooohh.. aahh..” desisku, padahal zakar itu baru masuk tiga perempatnya.
    “Bles.. bless..”
    “Ooohh..” erangku panjang, aku tahu batang sepanjang 12 centi itu sudah merusak selaput daraku.
    Ditariknya lagi rudalnya, lantas dimasukannya lagi seirama dengan goyangan KM.Ciremai oleh ombak laut.

    “Bless.. bless.. bless..”
    “Ooohh.. oohh.. oohh.. aahh.. aahh..”
    “Aku mau keluar Kapten,” ujarku memberi tahu Kapten Jonny.
    “Tahan Sayang.. sebentar.. aku juga ingin keluar, sekarang kita hitung sampai tiga. Satu.. dua.. tiga..”
    “Crott.. crott.. crot..” sperma Kapten Jonny membasahi gua gelap vaginaku. Betapa hangat dan nikmatnya air manimu Jonny. Hal ini memancing cairanku ikut membanjiri kemaluanku sampai meluber ke permukaan.

    Kami berdua terkulai lemas, tapi Kapten Jonny sempat meraba bibir kemaluanku dan jarinya seolah mencungkil sesuatu dari vaginaku, ternyata dia menunjukkan cairan merah kepadaku, dan ternyata adalah darah perawanku. Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Inge, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yang sama sekali tak kusesalkan. Aktivitas senggama ini berlangsung kembali sampai matahari muncul. Lantas aku tidur sampai siang, makan, tidur dan malamnya kami melakukannya lagi berulang-ulang seolah tiada bosan.


    Akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok sudah berada di pelupuk mataku. Sebelum turun dari kapal aku dibelikan baju baru, dan dibekali uang yang cukup.
    Selamat tinggal Kapten.. selamat tinggal Ciremai..

  • Ena Sweet Sarapan pagi dimeja dapur

    Ena Sweet Sarapan pagi dimeja dapur


    761 views

  • Vidio bokep perawat sange Rion Nishikawa mengerjai pasiennya

    Vidio bokep perawat sange Rion Nishikawa mengerjai pasiennya


    872 views

  • Kisah Memek Aku Diperkosa Dua Lelaki

    Kisah Memek Aku Diperkosa Dua Lelaki


    1023 views

    Duniabola99.com – Minggu minggu ini banyak terjadi kemalingan masuk keperumahan yang kami tempati, karena was was kalau terjadi kemalingan yang sebelum belumnya maka komplek perumahan mengadakan ronda malam atau menyewa penjaga malam, kebetulan ada 2 dua yang kosong katanya sering dotempati sebagai tempat persembunyian perampok.


    Malam itu aku terkena influenza berat karena kehujanan sepanjang siang.
    “Aku masih menyiapkan makanan untuk penjaga malam, mas….!!”, kata istriku yang berpostur tubuh mungil dengan tinggi 155 cm, berwajah menarik seperti bintang Film Mandarin, meskipun kulitnya agak sawo matang dengan rambut pendek, sehingga tampak lebih muda dari usianya yang menginjak 40 tahun.
    Malam itu udara sangat panas sehingga dia hanya memakai daster yang lumayan tipis, sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya, utamanya pantat bahenol nya yang empuk itu yang bergoyang saat berjalan.
    Walaupun perutnya tidak ramping lagi, karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing di depan sehingga payudara biarpun tidak besar, tapi padat berisi, yang berukuran 34C agak tersembul dan kedua puting susu nya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya memakai camisole tipis saja.

    “Sudah pukul sepuluh kok belum datang, ya ..!”, dia bergumam sendiri karena mengira aku sudah tertidur.
    Beberapa saat kemudian kudengar dua orang bercakap-cakap di luar dan mengetuk pintu rumah pelan. Istriku yang rebahan di sampingkupun bangkit dan entah tersadar atau tidak istriku membetulkan rambutnya dan memoles bibirnya sehingga bibirnya semakin merah.

    “Lho ????”, gumannya pelan ketika tersadar dia memoles bibirnya, tapi karena penjaga malam itu terus mengetuk pintu, dia pun tak jadi membersihkan bibirnya yang merah merangsang itu.
    “Malam, Bu Yati…!”, terdengar suara seseorang dan aku mengerti kalau suara itu adalah Pak Deran dan istriku sudah dikenal oleh dua orang petugas jaga tersebut karena sering istriku pulang malam seusai mengajar di kampusnya.

    “Masuk dulu Pak Deran..!”, terdengar istriku mempersilahkan penjaga malam itu masuk, sementara kudengar bunyi halilintar yang cukup keras dan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
    “Wah hujan ? saya sama Pak Towadi, Bu Yati..!” katanya.
    “Nggak apa-apa,… masuk saja … lagian hujan deras, pak….!” kata istriku.
    “Selamat malam, Bu Yati..!” kudengar Pak Towadi memberi salam pada istriku.
    “Sebentar tak buatkan kopi ..!” kata istriku, kemudian kudengar istriku berjalan menuju dapur di belakang rumah.
    “Di, lihat kamu ngga?!” terdengar suara bisikan Pak Deran,
    “Kamu kacau, Ran?!” balasan suara bisikan Pak Towadi.
    “Kamu lihat, enggak..?” suara Pak Deran lagi,
    “Iya, Ran muncul…., kayak penghapus ?” kata Pak Towadi,
    Rupanya mereka berbisik-bisik mengenai puting susu istriku yang menonjol di balik dasternya, karena malam itu istriku hanya mengenakan camisole di balik dasternya.

    “Pantatnya bahenol, lagi….,” lanjut bisikan Pak Deran,
    “Hus istri orang itu, Ran..!” kata Pak Towadi,
    “Eeh, ini malam Jum’at, kan..? Pas kuat-kuatnya ilmuku hi hi?!!!” kudengar Pak Deran tertawa ditahan pelan,
    “Dicoba aja.., yok…, siapa tahu Bu Yati mau…!” kata Pak Deran.
    Kuingat Pak Towadi orangnya hitam agak tinggi dengan badan kekar dan Pak Deran orangnya tambun pendek, keduanya berumur 50 tahunan lebih, aku bergidik juga mendengar perkataan mereka mengenai istriku tadi.
    Mereka penduduk asli daerah itu, terkenal sangat doyan dengan perempuan, bahkan mereka pernah bercerita saat aku jaga malam, kalau pernah membuat pedagang jamu yang bertubuh bahenol, yang sering keliling dua minggu sekali di daerah tempat tinggalku.

    Pernah dibuat hampir tak dapat berjalan karena digilir mereka berdua, dimana saat itu pedagang jamu itu masih perawan dan sampai saat bercerita malam itu, pedagang jamu itu masih sering meminta kepada mereka berdua untuk menggilirnya.
    Biarpun sekarang sudah bersuami, katanya tak pernah puas dengan suaminya yang masih muda, bahkan pedagang jamu itu pernah meminta mereka berdua datang ke rumahnya.
    “Kalau sudah kena punya kami, pak, …. Waahhh…perempuan pasti malas dengan suaminya dan?..suaminya tak berkutik kalau kami ada, dan membiarkan kami tidur bersama istrinya dalam satu kamar bersama suaminya”, kata Pak Deran terkekeh kekeh malam itu.
    Kemudian kudengar suara bisikan mereka lagi….. “Kamu jangan ngaco, Ran.
    Sudah nanti kelewatan?!” kata Pak Towadi
    “Keris pusakaku.. ku bawa.. Di…. Ini ..he he he ?!” kata Pak Deran,
    “kamu jangan, gitu Ran…, orangnya lagian baik…, kasihan suaminya nanti, pinginnya sama kamu aja nanti .. !!” suara Pak Kardi lagi.
    Karena perasaanku nggak enak akhirnya kuputuskan untuk keluar dan mereka berdua terlihat kaget melihatku, tapi Pak Deran yang membawa keris langsung mencabut kerisnya dan langsung mengarahkan kerisnya padaku dan tiba-tiba gelap menyelimutiku.

    Kemudian aku terjaga dan kudapati diriku di tempat tidur kembali, kutoleh pintu kamarku dan kusen kamar dan lantai pintu kulihat seperti membara.
    “Eeeecch ?….eeeeccchhh. …eeeeecccchhhh …..!!!! ”
    Kudengar desis istriku dan akupun turun, tubuhku terasa lemas sehingga aku merangkak mendekati pintu kamar dan…… seperti terkena listrik beribu ribu volt saat tanganku memegang kunci kamarku hingga aku tersengkur makin lemas seperti karung bersimpuh di depan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.
    Aku tak percaya melihat di ruang tamu dari pintu kamar yang terbuka sedikit itu, kulihat istriku berdiri di depan Pak Deran yang membawa selongsong keris sebesar batang kemaluan orang dewasa lebih besar dari lampu TL 40 watt yang ujungnya di arahkan kepada istriku yang berdiri.
    Sedangkan tangan yang satunya seolah memelintir di ujung lainnya yang berbentuk huruf U memanjang itu. Kedua tangan Pak Deran kini memegang pangkal keris yang melengkung itu dan kedua jarinya memelintir ujung nya dan kulihat istriku yang berdiri, tubuhnya bergetas dan kembali mendesis
    “Heeeggghhh ?..oooooohhhhhhh. ……ooooooohhh hhhhh…. ..!!!!!” Pak Deran bukan lagi seperti memelintir tapi menarik narik kedua ujung keris berbentuk U itu dan terlihat istriku membusungkan dadanya seperti kedua puting susu nya tertarik ke depan.


    “Mmm heeeggggh ?..aaaaaaa… .aaaaduuuuuhhhhh h……!! !!!” istriku mendesis panjang dan Pak Deran langsung mengulum salah satu ujung U itu dan …. “Paaak ?.paaakkkk… .jaa…jaaangaaa annnnn ?.paaakkkkk.. ….!!!!! ” suara desis istriku memelas dan tangan kanan istriku secara refleks memegang payudara kanannya, istriku mendesis-desis kembali….. “Ummmppff?. Paakkkk….. jaaa….jaaaaang aaaannnn ? paaaakkkk ?..!!!!” istriku mendesis.
    Tangan kanan Pak Deran memelintir ujung satunya dan istriku pun memegang kedua payudaranya kembali yang masih terbungkus daster dan camisole nya itu.
    “EEecccchhhhhhhgggg hhhhh ??!!!!!!!” istriku mendesah lagi saat Pak Deran memutar selongsong kerisnya sehingga pangkal keris berbentuk U itu berdiri.
    Sementara jari-jari tangan kanannya mengelus-elus pinggiran lubang keris itu dan kulihat pantat bahenol istriku pun bergetar dengan hebat. Pak Deran semakin cepat mengelus dan bahkan menggosok lubang keris itu dan istriku pun mengerang-erang

    “Paaakk ? paaakkk….suuu. ..suuuuddaaaaahh ? paaakkk ?jangaaan diteruuuuskaaaaan ?.eeeecchghghghghghg h ??.!!!!!”, sementara pantatnya pun bergetar hebat dan kedua tangan istriku memegang pantat bahenol nya yang bergetar hebat saat Pak Deran menjilati lubang keris itu dan pantat bahenol istriku meliuk liuk tak karuan.
    Kedua tangannya meramas pantat bahenol nya sendiri yang mulai maju mundur saat Pak Deran menyedot nyedot lubang keris itu dan bahkan lidah Pak Deran menjilati lubang itu dan…..
    “Mmmppfffhhh hghghghgghghg ?.” istriku semakin keras mendesis desis, selangkangan nya terangkat angkat dan mendekati ujung selongsong keris ysng tengah disedot sedot dan dijilati lubangnya oleh Pak Deran.
    `Paaaak ? sudddaaaah ngngngngngngng hhhheeeghghghghgh??!!!” istriku mendesis kedua matanya tertutup dan selangkangan nya tertarik ke depan hingga selangkangan nya kini mengesek ngesek sarung keris itu.
    “Suudddaaaaah paaaak jangaaaaan sudaaah eeeeechghghghg ?.!!!!” istriku terus mendesis desis. Kemudian Pak Deran menghentikan aksinya.
    “Diii… , elus lubang kerisku ?!!!” kata Pak Deran kepada Pak Towadi yang dari tadi bengong, sementara di pangkal selangkangan nya sudah menggelembung menunjukkan batang kemaluan nya sudah berdiri tegang.
    Pak Towadi langsung mengelus lubang keris Pak Deran dan kembali…. “Eeeeee….. eeeeee… .eeeeehhhhh. ….eeeecccchhhg hghghg?..! !!!!” istriku mendesis.
    “Enak Bu Yati….?” tanya Pak Deran yang berdiri dihadapannya dan selangkangan istriku masih menempel di sarung keris itu.

    Istriku ngga menjawab, diam saja……
    “Ooooo.. kurang enak rupanya?!!!” kata Pak Deran kemudian…. .. “Jaaa….jaaaangaaa nnnn….. , paaakkkk…. ..!!!!” rintih istriku memelas,
    “Singkap dastermu, Buuuu……! !!!” perintahnya.
    “Paaak …..oooohhhhhh. …jaaa.. ..jaaangaaannn ….paakkkk. …..!!!! ” istriku menghiba. “Ayooo .. nggak usah malu Buuu…. atau biar dia yang mencari jalannya sendiri?!” kata Pak Deran.
    Seperti diperintah sarung keris itupun menempel di selangkangan istriku saat Pak Deran melepasnya dan….
    “Paak ….jaaa…jaaangaa nnnn…paaaakkkk ?.!!!!” desis istriku saat sarung itu mulai menggosok selangkangannya kembali, sehingga pantatnya pun bergetar kembali.
    “Dii ?malam ini kita nonton dulu ? biar Mbah Gandul yang nyebokin Bu Yati, malam ini punya dia?lihat Dii ? Bu Yati menaikkan dasternya ? rupanya dia sudah kebelet….” Kulihat istriku mendesis-desis dan mengelinjang, sementara kedua tangannya memegang pantat nya sendiri dan menarik ke atas dasternya pelan-pelan, sehingga mulai tersingkap paha mulusnya.
    Semakin lama pantatnya semakin bergetar cepat dan selangkangannya maju mundur oleh gosokan sarung keris yang di sebut Pak Deran, Mbah Gandul itu.


    Begitu dasternya tersingkap sampai pangkal pahanya, Mbah Gandul langsung menyusup ke selangkangan istriku dan ….. “Mmmmmmpppfff ..eeecchhhh ?..bessaaaar ??oooooohhhhhh. ….!!!” desis panjang istriku.
    “Sudah, Di , kita keluar biar Bu Yati malam ini milik Mbah Gandul?!!!” kata Pa Deran.
    “Bu Yati, titip Mbah Gandul yaa, selamat menikmati, besok baru kami,… Oh… ya…., besok kan ibu pulang malam?.nggak usah pake BH dan celana dalam ya kalau pulang, nanti dibungkus dan serahkan ke saya di pos kalau pulang? biar lebih enak ?he he he….!!! ” kata Pak Deran sambil meremas payudara istriku yang berdiri tak berkutik dengan kedua kakinya yang terkangkang. Merekapun keluar meninggalkan istriku yang terbengong.
    “Mmmpppff ….oooohhhhh. …beee.. ..besaaar ?aaamaaatttt. …!!!!” rintihnya saat kedua orang itu telah pergi. Istriku pun berusaha duduk di kursi panjang dan rupanya dia berusaha menarik sarung keris itu keluar tapi…..
    “Mbaaaah uummppfff oooooohhh… aaammmmpuuunnn. ..mmmbaaaahhh. …. ?..!!!” istriku mendesis keras.
    “ooocch masuukkk ke daalaaam eeeccchh gilaaa uummpppfff heeecchhh gilaaa ?uuuccch geliiii aaaccch koook giniiii rasanyaaaaa uumppppccchh ennnnaaaaakkkkckccc hhhh??!!!” dan kulihat istriku mencengkeram erat sandaran kursi dan pantat nya bergetar keras maju mundur di tempat duduknya dan goyangan pantatnya semakin kencang, sementara keringatnya memebanjir dan nafasnya terengah engah
    “Eccchhhghghghg mbaaaaah Gaaanduuull ?. akuuuu keluaaaaar ?.!!!” istriku mengerang saat mencapai orgasme malam itu.
    Tubuhnya tersungkur miring di kursi panjang dan beberapa saat kemudian kaki nya terkangkang lebar dan tubuhnya bertumpu di kedua tangannya melihat selangkangan nya yang digarap Mbah Gandul kembali itu. Kembali pantatnya bergoyang sementara mulutnya mendesis-desis kenikmatan dan nafasnya memburu keras dan….

    “Mbaaah…mmmbbaahh hhh…… ..aaaa… aaaakkuuuuu. .keee…keeeelua aaar lagiiiii ?.!!!!” dia mengerang saat mencapai orgasme keduanya dan pantat nya tersentak-sentak. Kemudian dia duduk kembali dan berusaha berdiri dan berjalan menuju kamar, akupun cepat-cepat rebahan di tempat tidur…
    “Mas…maaasss. … bangun,….mass. …!!!!” panggil istriku
    “Kamu kelihatanya kok kumal dik, tadi… ku dengar ribut-ribut diluar…..! !!”
    “Maas ?!!!!!” kata istriku tersipu-sipu, sambil memelukku..
    Selang seminggu kemudian, kembali Pak Deran dan Pak Towari mendapat giliran tugas jaga Dan seperti kebiasaan yang lalu-lalu, mereka pasti akan mampir kerumahku dengan alasan untuk minum kopi.
    Sudah sejak jam 7 malam aku masuk kekamar, dengan pura-pura badan merasa ngga enak. Begitulah kira-kira jam 9 malam, terdengar ketukan pada pintu depan dan terdengar istriku yang masih nonton TV diruang tamu membuka pintu depan dan terdengar suara Pa Towari dan Pak Deran…
    “Selamat bu Yati…. apa bapak masih bangun…?”
    “Ohh…bapak ngga enak badan dan sudah masuk tidur sejak jam 7 tadi…!!!” terdengar sahutan istriku…..
    “Oooo…maaf mengganggu, tapi saya hanya mampir sebentar untuk mengambil kopi saja…!!” “Kalau begitu silakan duduk dulu, saya akan menyediakan kopi didapur…!” sahut istriku lagi, sambil berjalan masuk kedalam.
    Sesaat kemudian kudengar suara langkah kaki menyusul istriku kedapur dan…
    “Bu Yati, nggak bilang suami ibu kan mengenai kejadian yang lalu…. ?..!!!” terdengar suara Pak Towadi. Tak terdengar suara jawaban dari istriku.


    Tak selang kemudian terdengar suara ribut-ribut tertahan dari arah dapur dan…….
    “Ooooohhhh.. ..jangan. …Jangaan paak ?!!!!!” terdengar suara menghiba
    “Kenapa, Bu Yati…? diam saja bu….ntar juga pasti enak kok….!!!” suara Pa Towari kembali.
    “Jangan pak, ampuun paaak ?.!!!” istriku semakin menghiba, kayaknya Pak Towadi semakin mendesaknya, kemudian dengan mengendap-edapa aku turun dari tempat tidur dan mengintip dari celah-celah pintu kamar…. dan….terlihat dengan cepat Pak Towadi melompat dan berdiri diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar, saat istriku akan mengatupkan kedua kakinya.
    “Tutup selambunya, Ran…!!!” kata nya ke Pak Deran, dan Pak Deran langsung menutup selambu dan pintu rumah. “Ayo?emut kontolku Bu Yati..” kata Pak Towadi tiba-tiba sambil mengeluarkan penisnya yang agak kecil lemas tapi panjang berbintil- bintil seperti buah pace mendekati mulut istriku.
    “Jaaa….jaaangaann nn paaak?.aaampun paaak ??!!!!” istriku terisak sambil memegang pergelangan tangan Pak Towadi yang menyambak rambutnya dan pantat Pak Towadi maju dan batang kemaluannya yang panjang berbintil-bintil semakin dekat dengan mulut istriku.
    “Lepas rambut saya paaak…!!!” isak istriku dan Pak Towadi melepas jambakannya dan istriku membuka mulutnya yang sudah dekat dengan penis Pak Towadi dan istriku mengulum penis berbintil Pak Towadi.
    “Sedot Bu Yati ?.wwwuhhh Raan Bu Yati pinter nyedot kontolku ?!!!” kata Pak Towadi ke Pak Deran yang juga mendekati istriku dan “Sudaaah nanti biar Bu Yati sendiri…!! !” katanya, aku tak mengerti maksud kata-kata Pak Deran.

    Kemudian Pak Towadi mencabut penis berbintilnya dari mulut istriku dan mendorong istriku untuk duduk dibangku panjang yang ada di dapur, sementara dia duduk di kiri istriku, sedang Pak Deran dikanan istriku.
    “Bu Yati? gosok punyakmu sendiri ?!!” kata Pak Deran sambil memegang tangan kanan istriku ke selangkangan nya sendiri.

    “Ayooo ?.!!!” kata Pak Deran lirihdan mulailah istriku masturbasi menggosok dan mengocok bibir vaginanya sendiri sampai akhirnya bunyi kecepak terdengar dari selangkangannya. ..
    “Itilmu Bu Yati…!!!” kata Pak Deran dan istriku mengerang sendiri saat memepermainkan kelentiitnya.
    “Paaak ?!!!!’ istriku mendesis

    “Kenapa, Bu Yati…?” tanya Pak Towadi “Paaaak ?.!’ istriku hanya mendesis
    “Ran Bu Yati mulai naik niih…. ,!!!” kata Pak Towadi dan Pak Deran pun berdiri dan menuju pintu dan membukanya dan masuk kembali memegang tali dan betapa terkejutnya aku saat Pak Deran menarik Tarzan.
    Kontol herdernya yang setia, yang selalu menemani mereka jaga. Istrikupun terkejut sepertiku dan Pak Deran mengunci pintu kembali dan Pak Towadi memegang istriku yang akan lari.
    “Diaam ?” bentak Pak Towadi “Jangaan paaak ?..” istriku akan mengatupkan kakinya tapi Pak Deran sudah berdiri di depan istriku dan menahan kaki istriku dan Tarzan.Langsung menyusup di antara kaki Pak Deran yang menahan kaki istriku dan “Aaaaaauuuuwwwwwww. ……Paaaak ?..!!!!” suara istriku mengerang saat selangkangan nya yang gundul dijilati Tarzan.
    Rupanya si Tarzan sudah terlatih merangsang wanita karena istriku memegang pinggang Pak Deran yang berdiri di depan istriku menahan agar kaki istriku tetap terkangkang lebar
    “Eeeccch eeh eeeeeecchchh ?..wwwuuucccggghhh paaaaak aaaahhcchhchchc ?”
    istriku mengerang ddan mendesis keras karena jilatan Tarzan di selangkangan nya.
    “Gimana Ibu Yati? Enak Ibu Yati?” kata Pak Deran terkekeh kekeh
    “Paaak ampuuunn adduuuuuuccch aaduuucchh mmmppfsss paaaakkkkzzzzz ? eeh eeh eeeh eh eh?.paakk akuuu wwwwwwuucccch ngngngngngng? ..’ istriku mengerang keras dan memegang erat pinggang Pak Deran sedangkan pantat bahenol terangakt angkat saat orgasme ketiganya malam itu meledak dan Tarzan dengan ganasnya terus merangsang kelentit.

    Bibir vagina istriku dan hanya terpaut beberapa menit istriku mengerang kembali saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku pun terjatuh di kursi nafasnya mendengus dengus keringatnya mengalir deras tetapi TarzanKontol herder itu terus merangsang istriku dengan jilatan jilatan mautnya di bibir vagina istriku dan kelentit istriku dan istriku pun mengejang dan mengerang kembali saat oergasmenya ke lima meledak.

    Tubuh istriku benar benar lunglai dan Pak Deran membalikkan tubuh istriku yang terkapar di kursi panjang dan menarik kedua kaki istriku yang tertelungkup di lantai dan bertumpu di kedua lututnya sehingga istriku menungging dan Tarzan rupanya sudah siap dan batang kemaluannnya yang merah sudah membesar dan menegang langsung melompat di punggung istriku dan Pak Towadi mengarahkan batang kemaluan Tarzan ke liang vagina istriku
    “MMmmppppfffh paaak jangaaaaan akuuu mnmmmn nn nggaaak mauuu mmmmppfffff .

    uuuucccch ucccchhh ?!!!!!” istriku mengerang saat batang kemaluan Tarzan menerobos masuk ke liang vagina istriku dan kulihat begitu cepatnya Tarzan mengenjotkan pantatnya sehingga istriku tak lagi dapat mengerang hanya mendesis
    “wwwhhh wwwwhhhhhw wwhwhhhwhw ?..!!!!” dan bunyi kecepak-kecepak di selangkangan istriku semakin keras “”wwwwhhhhcchh wwwccchhhh ngngngngng ?.!!!” istriku mengejan saat orgasme dan terus entah sampai orgasme yang keberapa hingga tampaknya istriku hampir pingsan.

    Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Fanny kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”.

     

  • Kisah Memek Ngentot Teman Kampus

    Kisah Memek Ngentot Teman Kampus


    924 views

    Duniabola99.com – Pukul satu malam hari sabtu aku mendapat telpon dari Fara teman kuliahku dulu, lama sekali aku tidak contact contact dengan dia sejak dari lulus hingga sekarang baru tau kabarnya, dulu kita sering jalan bersama dengan teman satu kampus lainnya, maklum lah anak kuliahannya sukanya jalan jalan ketimbang kuliah.


    Fara orangnya cantik tinggi dan bodynya yang sangat menggoda terakhir yang aku lihat rambut fara yang bergelombang panjang sampai kebahu, dari awal hingga sekarang rambut fara masih begitu aku suka sekali dengan gaya rambutnya dan aku menganggap seperti boneka berbie.

    Fara Teman Kampus

    “Halo Ra ? ada apa nih, tumben nelpon aku. Malem-malem lagi !” tanyaku.

    “Yan, bisa jemput aku di XXX gak ?” tanyanya sambil menyebut salah satu tempat hiburan malam yang cukup ternama di kota bandung.

    “Ha ? Kamu ada di Bandung ? Bukannya kamu di jakarta ? Terakhir aku denger kamu dah kerja di Jakarta ?” tanyaku heran, ngapain malem-malem Fara tiba-tiba ada di Bandung.

    “Yan ceritanya entar aja deh, sekarang please jemput aku.

    Jangan Lewatkan:Ngentot Memek Bucek Tante Girang

    Dah malem banget nih” rajuk Fara padaku sedikit memelas.

    “Ok deh, kamu tunggu sebentar, aku jemput sekarang, 10-15 menit deh” jawabku.

    Kemudian aku bersiap-siap mengeluarkan mobil untuk menjemput Fara. Dalam perjalanan pikirannku penuh dengan pertanyaan.

    Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Fara melem-malem ada tempat hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. Yang lebih aneh kenapa minta jemput sama aku ? makin aneh ! Sesampainya di tempat hiburan malam tersebut, aku memarkir mobilku.

    Setelah turun, aku segera menemukan Fara sedang berdiri di pintu masuk. Kondisinya agak aneh.

    “Halo Ra ! Sendirian ?” tanyaku.

    “Iya Yan..” jawabnya lemah.

    Matanya kelihatan merah sekali.

    “Ra, kenapa nih ada disini ? Hmm.. sorry ya, kamu mabuk ya ?” tanyaku menyelidik.

    “Yan bisa kita berangkat sekarang gak ? gak enak nih diliatin sama orang-orang” ajaknya.

    Aku melihat sekeliling, memang sih beberapa security dan pengunjung yang baru datang memperhatikan kita dengan tatapan aneh.

    “Oke deh, ayo. Mobilku kesebelah sana.” ajakku ke Fara untuk naik ke mobil.

    Setelah menghidupkan mobil dan mengemudikan keluar areal parkir, aku bertanya ke Fara

    “Mau kemana nih Ra ?” tanyaku.

    “Kemana aja deh Yan” jawab Fara yang duduk disebelahku.

    “Kamu nginep dimana ?” tanyaku.

    “Belom punya tempat nginep” jawabnya singkat.

    “Loh, gimana sih. Dah malem banget loh Ra, aku anter cari hotel ya” tawarku.

    “Yan aku boleh nginep tempat kamu gak. Semalem aja, aku lagi butuh ditemenin nih” pintanya.

    “Kamu gak pa-pa nginep ditempat aku ? Rumah kontrakan aku kecil loh, berantakan lagi.

    Biasa, rumah bujangan” jawabku sambil tersenyum. Judi Bola Sbobet

    “Aku dah tahu kamu emang berantakan dari dulu” jawabnya tersenyum kecil.

    Akhirnya dia tersenyum juga “Ya udah kita pulang aja ya, kayaknya kamu juga dah cape banget.” ajakku.

    “Dari Jakarta kapan ?” tanyaku.

    “Tadi sore” jawab Fara. “Jadi dari jakarta kamu langsung ke xxx ?” tanyaku heran.

    Dia cuma tersenyum kecil. Dasar nakal ! “Sorry nih Ra, kamu lagi ada masalah ya ?” tanyaku.


    Dia terdiam sejenak, kemudian menjawab

    “Ya gitu deh.” jawabnya.

    “Boleh aku tau gak masalahnya sampe kamu jadi kayak gini” tanyaku lagi.

    “Yan boleh gak nanya dulu gak ? Please…” pintanya.

    “Aku cuma butuh ditemenin sekarang, tapi janji aku ceritain, kamu kan orang yang jadi repot gara-gara masalahku ini” lanjut Fara.

    “OK deh, kalo kamu lagi gak pengen ngomongin, aku gak bakal nanya lagi” jawabku.

    Sesampainya dirumahku, ternyata Fara gak ada persiapan apa-apa untuk pergi ke bandung, dia cuma membawa tas kecil yang berisi dompet dan peralatan kosmetik.

    “Ra pake bajuku aja deh, baju kamu kan dah kotor dipake perjalanan” kataku sambil memberi Fara bajuku yang paling kecil dan celana pendek berkaret.

    “Ok deh” jawabnya menerima baju tersebut. Kemudian Fara masuk kekamar mandi membersihkan badan dan berganti pakaian.

    Sementara aku membersihkan kamarku untuk ditempati Fara dan aku menggelar kasur di ruang tamu untuk tempat aku tidur.

    Aku memang punya kasur cadangan untuk persiapan kalo ada keluarga ato teman yang mau manginap.

    “Ra kamu tidur di kamar aku aja ya, tuh aku dah siapin” kataku ke Fara.

    “Aduh sorry Rian, aku jadi ngerepotin banget” katanya.

    “Trus kamu dimana ?” tanya Fara.

    “Tuh di ruang tamu, aku punya kasur cadangan kok” jawabku.

    “Kamu dah makan malem ?” tanyaku.

    “Udah, pake beberapa gelas bir” jawabnya sambil ketawa.

    “Dasar kamu… Ya udah aku punya french fries sama nugget, mau aku gorengin gak ?” tawarku.

    “Bolehlah, dari pada gak ada apa-apa” jawabnya sambil tertawa kecil. Akhirnya aku memasakkan dia kentang goreng, nugget dan sosis, emang cuma ada itu di kulkasku.

    Aku juga membuatkan dia teh hangat. Setelah makan dan minum, terlihat Fara agak segaran dikit.

    “Ya udah Ra, kamu tidur aja sekarang, udah jam setengah 2 nih” kataku.

    “Lagian aku juga dah ngantuk banget” lanjutku.


    “OK deh” jawab Fara yang kemudian beranjak masuk ke kamar, sebelum masuk dia sempat ngelambain tangan ke aku sambil tersenyum.

    Dasar nih orang, ngerepotin tanpa perasaan Kemudian aku rebahan di kasur dan menyalakan televisi. Tv memang ada di ruang tamuku.

    Aku mengecilkan suaranya supaya tidak mengganggu Fara. Walaupun aku dah ngantuk, tapi susah sekali aku memejamkan mata.

    Sekitar 15 menit kemudian, Fara keluar dari kamar an menghampiri aku.

    “Ada apa Ra ? butuh sesuatu ?” tanyaku.

    Fara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.

    “Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin.

    Aku boleh tiduran disini gak ? Aku masih pengen ngobrol-ngobrol dulu sama kamu” kata Fara.

    “Tapi Ra, kita kan beda” jawabku.

    “Beda gimana ?” tanya Fara yang sudah rebahan disebelahku.

    “Ya kamu kan cewek, aku cowok, trus kita dah sama-sama dewasa, apa kamu gak takut” tanyaku.

    “Hmmm.. masa sih kamu mo nyakitin aku ?

    Setau aku dari dulu kamu kan baik sama aku Yan.” jawab Fara. Aku cuma menarik nafas, pikirku mungkin aku baik sama dia, tapi kan aku juga cowok biasa, mana ada cowok yang gak pusing ada cewek cantik tidur disebelahnya.

    “Ya terserah kamu aja sih, walau menurutku agak aneh. Tapi berhubung kamu sedikit mabuk wajarlah” kataku.

    Fara cuma tersenyum kecil.

    “Ra, ngapain kamu ada di Bandung, trus dari sekian banyak orang di bandung kenapa sih kamu minta aku yang jemput ?” tanyaku.

    “Gak tau Yan. Dipikiranku cuma ada kamu yang bisa aku percaya dan aku repotin” jawabnya. Aku tersenyum kecil, sialan nih cewek, di baikin malah manfaatin.

    “Inget waktu kuliah dulu ga yan, kamu kan bantu aku terus” lanjut Fara. Aku terdiam mengingat masa lalu, memang sih Fara dulu gak semangat banget kuliahnya, kalo gak dibantu mungkin gak selesai.

    “Inget waktu skripsiku dulu gak ? Kan kamu banyak banget bantu aku” lanjut Fara.

    “Kayaknya aku gak bantuin deh, tapi ngebuatin” jawabku sambil tertawa.

    “Ye… tapi kan aku dah bayar pake makan-makan” jawab Fara sambil memukul lenganku. “Masa sih bayarnya cuma makan-makan” jawabku sambil terus tertawa.

    “Jadi dulu gak iklas nih” tanya Fara cemberut. “Ya iklas lah, namanya juga temen” jawabku. kami berdua tertawa.

    “Ra, seinget aku, kamu dulu cewek baik-baik banget deh. Walau kamu trendi abis, selalu gaya, tapi gak pernah aneh-aneh.

    Tapi coba liat sekarang, tiba-tiba dateng ke bandung, mabok, trus nginep di tempat cowok lagi” kataku. Fara cuma terdiam sambil memandangi cincin yang dipakai di jari manisnya. Kemudian dia melepas cincin itu dan meletakkannya di lantai.


    “Ini gara-gara tunangan gue yan” kata Fara lirih. “Jadi kamu dah tunangan ?” tanyaku. Fara cuma mengangguk kecil.

    “Dulu..” jawabnya singkat. “Kok dulu ?” tanyaku heran.

    “Sampe siang tadi sih yan. Hari ini kan libur, maksud aku sih mau istirahat aja dirumah. Tapi tiba-tiba tunanganku dateng sama seorang cewek.

    Dia mo mutusin tunangan kita. Dia mo nikah sama cewek itu minggu depan yan, cewek itu dah hamil” kata Fara sambil terisak.

    “Oh gitu” jawabku prihatin. “Masalahnya dia udah ngelamar aku yan, tanggal pernikahan juga udh ditentuin, persiapan juga udah dimulai” lanjut Fara dengan tangisnya yang menjadi.

    “Mau bilang apa coba aku sama keluargaku Yan, aku malu banget” lanjut Fara menangis. “Ya mo gimana lagi Ra, masalahnya emang berat banget” kataku kemudian memeluk dia.

    Lama sekali Fara menagis dipelukanku. Aku gak bisa banyak komentar, emang masalahnya pelik banget sih. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan Fara rebahan saling bersisian kembali.

    “Mungkin emang dia bukan jodoh kamu Ra.” kataku ke Fara. “Iy sih, tapi masa sih dia ninggalin aku gitu aja” jawab Fara.

    “Abis mo gimana lagi Ra ? Anak yang dalam kandungan cewek itu gimana ? Kan harus ada yang tanggung jawab” jawabku.

    “Kalo misalnya kamu maksain nikah sama dia, apa kamu mau seumur hidup tersiksa mengingat cowok yang kamu nikain ternyata gak bertanggung jawab sama darah dagingnya sendiri” “Iya juga sih. Kalo aku jadi cewek itu, aku pasti juga nuntut tanggung jawab” kata Fara.

    “Ya masih untung lah mantan tunangan kamu masih mau tanggung jawab” kataku. “Sebenernya dia dulu pernah minta ML sama aku, tapi aku tolak Yan.

    Mungkin kalo dulu aku kasih enggak jadi begini kejadiannya” kata Fara blak-blakkan. “Walaupun demikian Ra, menurut aku gak bisa jadi alasan terus dia selingkuh dan ngehamilin cewek laen” Kataku.

    “Dasar cowok, kenapa sih pikirannya seks melulu” kata Fara sedikit meninggi.

    “Emang tuh, makanya aku gak mau pacaran sama cowok” jawabku sambil tertawa.

    Fara ikutan tertawa. “Rian, kamu dah pernah ML gak ?” tanya Fara menyelidik.

    Aku cuma tersenyum kecil. “Kok gak jawab ? dah pernah ya ?” tanya Fara dengan sangat ingin tau. “Tuh kan diem aja, berarti dah pernah.


    Dasar cowok sama aja, pikirannya gak jauh-jauh dari selangkangan” kata Fara sambil memukuli dadaku.

    “Ya walaupun dah pernah tapi aku kan gak ngelingkuhin tunanganku dan ngehamilin cewek laen” jawabku menggoda Fara sambil tertawa.

    “Sama aja, dasar cowok. Brengsek semua” kata Fara sambil mengubah posisi yang awalnya menghadapku menjadi menghadap keatas. Aku masih tertawa.

    “Yan emang ML enak banget ya, kok banyak banget sih yang belom nikah tapi dah ML, sampe hamil lagi” tanya Fara.

    “Enggak Ra, ML sakit banget, makanya aku gak mau lagi” jawabku becanda.

    Fara mencubit pinggangku. “Ihh… ditanya serius malah becanda” kata Fara. “Abis kamu pake nanya sih.

    Ya pasti enak lah, kalo enggak kenapa semua orang pengen ML dan jadi ketagihan lagi” Kataku. “Mungkin kalo ML gak enak manusia udah punah kali.

    Gak ada yang mau punya anak kalo MLnya ga enak ato sakit” kataku bercanda. Fara cuma ketawa kecil. “Emang enaknya kayak gimana sih” tanya Fara.

    Aku terdiam sejenak. “Gimana ya Ra, aku susah untuk neranginnya, tapi emang ML kegiatan paling enak dari semua kegiatan.

    Entar kamu juga ngerti kok kalo udah ngalamin” jawabku. “Hmm… enaknya kayak coklat gak ?” tanya Fara semakin aneh “Gimana ya Ra, kalo kita makan coklat kan rasa enaknya konstan, sebanyak yang elo makan ya enaknya kayak gitu aja.

    Tapi kalo ML enaknya ada tahapannya. jadi enaknya berubah-ubah tergantung tahapnya, kayak ada sesuatu yang dituju, ya orgasme itu” jawabku. “Emang orgasme itu kayak apa sih ?” tanya Fara lagi.

    “Aku gak ngerti orgasme cewek ya, tapi kalo dicowok sih orgasme biasanya barengan sama keluarnya sperma.

    Dicewek kayaknya sih mirip, abis kalo cewek udah orgasme biasanya vaginanya banjir lendir” jawabku.

    “Gitu aja ?” tanya Fara.

    “Ya enggak lah” jawabku.

    “Kalo dah orgasme badan rasanya rileks banget, kaya diawang-awang gitu deh sangking enaknya”. lanjutku. “Jadi mau..” kata Fara dengan muka pengen.

    Aku mendorong jidat Fara sambil berkata “Udah tidur sana, pikiran kamu dah kacau tuh”, walaupun sebenarnya aku juga jadi mau “Tapi bener Yan, aku jadi mau.

    Kamu mau gak ?” tanya Fara. Aku cuma diam.


    “Kenapa Yan, aku kurang cantik ya ? ato aku kurang seksi sampe kamu gak mau ?” tanya Fara.

    “Bukan begitu Ra. Kamu tuh lagi mabok, belom sadar bener. Pikiran kamu jadi kacau. Mendingan kita tidur aja deh, dari pada ngelakuin sesuatu yang mungkin nanti kita seselin besok pagi.” kataku.

    Fara mengangguk kecil. “Ya udah, kita tidur. Tapi sebelum tidur aku boleh peluk kamu gak ? Sekali aja..” tanya Fara.

    Aku memandangi Fara kemudian memeluknya. Fara melingkarkan tangannya dileherku sedang aku memeluk pinggang langsing Fara.

    Paha Fara menjepit pahaku diselangkangannya. “Ma kasih ya Yan, kamu selalu bantu aku kalo aku ada masalah” kata Fara.

    “Iya, iya, sekarang kamu tidur istirahat, biar pikiran kamu tenang besok” kataku sambil mengelus-elus rambutnya.

    Kemudian aku mengecup kening Fara. Pelukan Fara makin erat, aku melanjutkan mengelus-elus rambutnya, kadang aku mengelus punggungnya.

    “Yan cium lagi dong” kata Fara. Aku mengecup keningnya lagi.

    “Bukan disitu” kata Fara lagi. “Disini ?” kataku sambil menunjuk pipinya, kemudian aku mengecup pipi yang merona merah itu.

    “Bukan disitu” kata Fara lagi sambil menutup mata dan memajukan bibirnya. Wah si Fara bener-bener menguji imanku.

    Sebenarnya aku dah nafsu banget dari tadi, tapi dalam hatiku aku gak mau manfaatin cewek yang lagi gak 100% sadar.

    Aku kecup bibirnya. Tapi setelah kukecup Fara masih menutup mata dan menyorongkan bibirnya ke aku. Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. Fara bereaksi dengan ikut menghisap bibirku. Aku lepas ciumanku, kemudian aku memandang Fara yang sedang melihatku dengan penuh harap.


    Well… wtf lah, aku gak peduli lagi, akhirnya aku cium Fara dengan buas. Aku mencium Fara dengan menghisap bibir bawahnya, Fara membalasnya dengan menghisap bibir bawahku. Kadang-kadang aku masukkan lidahku ke mulutnya.

    Awalnya Fara gak bereaksi, tapi lama-lama saat lidahku masuk dia menghisap kencang, kadang-kadang Fara gantian memasukkan lidahnya kemulutku. Selama ciuman, aku mengelus rambut Fara, kemudian elusanku turun ke punggungnya, turun lagi ke pinggangnya.

    Kemudian aku memberanikan diri untuk meremas pantatnya. Fara melenguh kecil “Uhh….” sambil menekan selangkangannya kearah selangkanganku. Setelah beberapa kali mengelus bagian belakang sampai meremas pantatnya, aku meremas dadanya.

    Hmmm… payudara Fara mantap sekali. Besar sekali dibandingkan dengan tubuhnya. “Hmm… Hgmmm.. Hgmmm” lenguh Fara karena payudaranya diremas-remas olehku, dengan tidak melepaskan ciumannya.

    Birahi memuncak saat meremas-remas sepasang daging kenyal Fara. Kemudian aku mengelus punggung Fara kembali. Kali ini aku masukkan tanganku kedalam kausnya dan mengelus punggungnya langsung dikulit. Shit, ternyata Fara tidak pakai bra, pantas saja tadi waktu payudaranya aku remas dari luar terasa kenya sekali.

    Saat aku mengelus-elus punggungnya, aku elus juga bagian samping tubuhnya sehingga panggkal payudara ikut terelus. Sepertinya Fara sangat menikmati elusanku, kemudian dia memagang tanganku dan mengarahkan tanganku agar meremas-remas payudaranya.

    Gila, asik banget payudaranya. Payudaranya mancung kedepan dengan pentil yang besar ! Aku sangat menikmati meremas-remas payudara Fara, terkadang aku memainkan pentilnya.

    Sepertinya Fara juga sangat menikmatinya, tubuhnya bergetar sambil mengeluarkan lenguhan-lenguhan kecil “Uggrhh….ugrh….” Pahaku yang dijepit diantara selangkangan sengaja aku gesek-gesekkan ke memeknya supaya Fara makin terangsang.


    Fara meresponnya dengan ikut menekan-nekan memeknya lebih kuat ke pahaku. Kalau aku berhenti menggesekkan pahaku, maka Fara menggerak-gerakkan sendiri pinggulnya. Tangan kananku kembali meremas pantat Fara. Kali ini aku masukkan tanganku ke celananya.

    Berhubung dia pakai celana berkaret, aku dengan mudah memasukkan tanganku. Ternyata Fara juga tidak memakai celana dalam. Aku dengan mudah meremas pantat bulat itu. Setiap aku meremas pantatnya, Fara makin menekan memeknya ke pahaku.

    Aku mencoba untuk memegang memeknya dari belakang. Saat tersentuk, tubuh Fara seperti tersetrum, sambil melenguh

    “Uhh….”. Hmmm… ternyata Fara benar-benar terangsang, memeknya sudah sangat basah. Sekarang aku memegang memeknya dari depan.

    Dan mulai mengelus-elus bibir luar memek Fara yang sudah banjir itu. Fara melepaskan ciumanku. Sekarang setiap aku menggosok bibir luar vaginanya, Fara memekik kencang “Ohgh….Ohgh…. Ohgh…..”. “Enak yan, enak banget.

    Kamu ngapain aku, kok enak banget sih” kata Fara sambil merem melek. Dengan jari tengahku aku mencari klentitnya, kemudian aku usap perlahan. “Akhhh…” teriak Fara saat klentitnya aku usap. Kemudian Fara menahan tanganku, sepertinya dia tidak kuat kalau klentitnya diusap terus.

    Akhirnya aku telentangkan Fara. Kemudian aku membuka kaos yang dikenakan Fara sehingga Fara 1/2 bugil sekarang. Aku buka paha Fara lebar-lebar dan aku tempatkan tubuhku diantara selangkangannya.

    Sasaranku berikutnya adalah payudaranya. Sekarang aku menjilati pentil payudara kanannya. Tubuh Fara begerak-gerak keenakan, sepertinya dia suka sekali aku menjilati dan menghisap-hisap pentilnya.

    Kadang Fara menyatukan kedua payudaranya agar lebih maju. Aku berhenti sebentar, memandangi Fara. Sebenarnya aku ingin sekali membuka celana Fara dan menusuk-nusuk memeknya dengan penisku.


    Tapi aku sedikit ragu. “Yan, setubuhin aku dong, aku dah gak tahan nih” kata Fara sambil memandangku penuh harap. Perkataan Fara seperti menghapus keraguanku entah kemana. Aku menari celana Fara dengan mudah, apalagi Fara membantu dengan mengangkat pantatnya.

    Kemudian aku berdiri, membuka kaos dan celanaku, shinga sekarang aku dan Fara sama-sama bugil. Sesaat aku memandang tubuh Fara. Badannya yang langsing tinggi dibalut dengan kulit putih mulus, ditambah payudara besar didadanya.

    Kakinya yang panjang dan jenjang memiliki betis seperti bulis padi. Aku ternganga sesaat apalagi saat melihat vaginanya yang diliputi bulu hitam titis diantara pahanya yang sudah terbuka lebar. “Kok cuma diliatin ?” tanya Fara.

    Aku terseyum kemudian menempatkan tubuhku diantara selangkangannya. AKu cium Fara sekali lagi, dia membalasnya dengan cukup buas, kemudian ciumanku turun ke payudara besarnya. Aku cuma mau memastikan Fara cukup terangsang sebelum aku menembus memek perawannya.

    Saat mencium penisku menggesek-gesek memeknya walaupun belum masuk. Aku posisikan tubuhku dan menuntun penisku ke memeknya.

    “Ra, pertamanya sakit, tapi entar enak kok” kataku. “Iya yan gue juga sering denger”. jawab Fara. Aku mulai mendorong penisku kedalam memek Fara.

    Fara hanya memandangku sambil menggigit bibirnya. Saat penisku sudah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” .

    Aku berhentikan sebentar penisku. Setelah selang beberapa saat aku goyang sedikit penisku kemudian aku dorong lagi sampai full.

    “Aduh yan sakit banget” kata Fara memelas.

    “Tenang Ra, paling sakitnya sebentar, nanti juga enak” kataku menenangkan. “Enggak Yan, sakit banget, bisa elo cabut dulu gak” pinta Fara sambil menahan sakit. Aku juga gak tega melihatnya akhirnya aku cabut penisku. Saat dicabut penisku diselimuti darah perawan Fara.

    Dari vaginanya juga aku melihat darah mengalir. Hmmm… memang lebih banyak daripada darah perawan yang pernah aku liat.

    “Yan kok berdarah sih ?” tanya Fara panik. “Itu namanya darah perawan sayang. Selaput dara kamu dah pecah” jawabku.


    “Aku mo kekamar mandi dulu yan, mo bersihin dulu” kata Fara. Aku mengantarkan Fara kekamar mandi dan menungguinya dari luar, untuk memastikan Fara gak apa-apa. Setelah Fara keluar dari kamar mandi, vaginanya sudah bersih

    Tapi nafsuku sudah turun, sepertinya nafsu Fara juga sudah turun. Akhirnya kami hanya rebahan saling berdampingan, masih bugil.

    “Yan kok sakit banget ya” tanya Fara.

    “Iya lah Ra, itu kan pertama kalinya kamu, memek kamu masih sempit ditambah ada selaput dara” jawabku.

    “Masih mau lanjut gak Ra ?” tanyaku pada Fara.

    “Mau yan, tapi pelan-pelan ya” jawab Fara. Akhirnya Aku tempatkan tubuhku diatas tubuhnya lagi. Aku mulai menciumi tubuh Fara.

    Dari bibirnya, pipi, leher dan payudaranya. Aku seperti gak puas-puas menciumi dan menjilati tubuh mulus yang masih sekel itu. Kadang tanganku mengelus memeknya. Aku memang tidak berencana mencium vaginanya, takutnya dia shock dan merasa jijik, bisa batal orgasme malam ini.

    Setelah Fara sudah cukup terangsang, aku arahkan penisku ke vaginanya. Kali ini Fara tidak terlihat tegang seperti waktu yang pertama. Aku dorong penisku masuk. “Heghh..heghmm…” lenguh Fara saat penisku masuk.

    Kali ini vaginanya tidak terlalu sulit dipenestrasi, mungkin karena tidak tegang sehingga cairan vaginanya cukup. Aku dorong penisku sampai mentok. Aku melihat ada sediki darah mengalir dari vaginanya, mungkin sisa selaput daranya masih ada yang belum pecah.

    Aku goyang perlahan penisku, tubuh Fara terguncang sedikit, Fara masih menggigit bibirnya. Goyanganku aku percepat sedikit, nikmat sekali memek Fara. Sangking sempitnya serasa penisku terhisap kuat oleh vaginanya.

    Aku percepat goyanganku, sekarang Fara mulai melenguh, “Akh…Akh…Akhhh…” seirama dengan keluar masuknya penisku di vaginanya.

    “Lagi yan..Lagi yan..Lagi” desahnya sambil memegangi pantatku seakan ingin menekannya terus. “Gila Ra, memek kamu enak banget, sempit banget”. kataku.

    “Penis kamu juga keras banget yan, enak…” jawab Fara disela-sela lenguhannya. Aku memang tidak berniat untuk memakai gaya lain.


    Untuk pertama kalinya Fara cukup pakai gaya konvensional, laki-laki diatas. Dengan demikian aku bisa ngontrol tusukan penisku kedalam memeknya. Aku tusuk perlahan memek Fara, kadang aku percepat. Kadang aku berhenti sesaat kemudian aku tusuk dengan keras.

    Kadang aku tusuk kearah samping. Tiba-tiba tubuh Fara sedikit menegang, sepertinya dia ingin orgasme.

    Aku percepat goyanganku, soalnya aku mau orgasme sama-sama. Kalo sama yang perawan kadang gak mau terus kalo dia udah orgasme, cepek katanya.

    “Ahhh…Akhh….Aghkhh..” pekikan Fara makin keras seiring dengan makin cepatnya tusukan penisku. “Lagi sayang…lagi…lagi..” pekik Fara.

    Akupun merasa aku sedikit lagi akan orgasme. Tiba-tiba tubuh Fara menegang dan terguncang hebat sambil berteriak “AKHHHH….” Fara mendekapku erat dan melingkarkan kakinya di tubuhku, Aku pun sudah tidak kuat lagi, tapi aku gak bisa melepaskan tubuhku dari Fara.

    Akhirnya aku nekat, aku tekan penisku dalam-dalam dan aku tembakkan spermaku ke rahim Fara 5 atau 6 kali. Aku puas sekali menggagahi Fara komplit, dari merawanin sampai orgasme didalam memeknya.

    Setelah beberapa lama akhirnya penisku mengecil dan Fara melepaskan dekapannya.

    “Gila enak banget, pantes banyak yang ketagihan” Kata Fara setelah rebahan disebelahku. Akhirnya Fara pulang kejakarta hari minggu sore.

    Aku dan Fara beberapa kali mengulangi persetubuhan kami disela-sela aku dan Fara jalan-jalan di Bandung, atau lebih tepatnya aku dan Fara jalan-jalan disela-sela persetubuhan kami.

  • Foto Ngentot Cewek Brazil Gina Valentina dengan kakak tirinya

    Foto Ngentot Cewek Brazil Gina Valentina dengan kakak tirinya


    1307 views

    Duniabola99.com – foto cewek brazil toket gede dan pantat bahenol ngentot dengan kakak tirirnya diruang tengah saat lagi nonton film bersama orang tuanya dan melkukakan doggystyle disaat orang tuannya kedapur dan menembakkan sperma yang banyak ke dalam memeknya.

  • Foto Ngentot Cewek Latina mengganggu sesi yoga untuk bercinta dengan orang asing

    Foto Ngentot Cewek Latina mengganggu sesi yoga untuk bercinta dengan orang asing


    861 views

    Duniabola99.com – foto cewek yang lagi yoga dipagi hari diganggu orang asing cewok berbadan kekar dan diajak untuk melakukan hubungan seks dirumahnya dan menghantam keras memeknya oleh kontol besar dan menelan banyak sperma.

  • Foto Ngentot Sadie Love dengan alat bantu sex sebelum dibobol penis

    Foto Ngentot Sadie Love dengan alat bantu sex sebelum dibobol penis


    999 views

    Duniabola99.com – foto gadis Sadie Love yang lagi sange memainkan pantatnya dengan alat bantu sex sebelum pantantnya yang behenol dihantam oleh kontol pacarnya yang gede didalam kamarnya diatas ranjang dan memasukkan sperma yang banyak didalam pantantnya hingga menetas keluar. Agen Sbobet

  • Kisah Memek Puan MUI

    Kisah Memek Puan MUI


    1021 views

    Duniabola99.com – Cerita ni terjadi waktu aku menuntut di sebuah IPT tempatan beberapa tahun yang lalu. Di sinilah aku telah kehilangan teruna aku yang aku pertahankan setelah sekian lamanya.


    Puan Mui (bukan nama sebenar) adalah seorang pensyarah yang lawa dan kiut miut. Orangnya kecil molek tapi bodynya…mengalahkan anak dare….. Dari cerite yang aku dengar dia dah setahun menjanda tanpe ada anak….
    Dia ajar aku subjek ekonomi. Tiap kali mengajar dia pakei seksi habis. Kalau dia mengajar semua mata mesti tertumpu kat dada dan paha dia yang empok lagi putih melepak…temasuklah aku…tapi yang aku perasan waktu die mengajar dia asyik target aku jeeee….

    Minggu tu dia bagi ujian…5% untuk ke final…..Dua hari lepas ujian dia panggil aku ke bilik kerana ada hal penting….Aku kata mesti aku fail punya kalau tak takkan dia panggil aku…

    Sangkaan aku tepat, bila aku sampai ke bilik dia….aku lihat kertas jawapan aku ade kat tangan dia….dia tanya aku kenapa aku tak menjawab soalan dengan tepat? Aku kata, aku jawab dengan baik dan suruh dia baca semula…

    Hari tu aku tengok dia pakai seksi habis..payudarenye jelas kelihatan dan membuatkan jantung aku berdebar….


    Tiba-tiba dia bangun dan kunci pintu dari dalam dan rapat kat aku…dan terus berbisik kat telinga aku…Ini membuat bulu tengkok aku berdiri… Puan Mui memang straight forward punya orang… Dia kata dia boleh tolong aku lulus dengan syarat… Belum habis aku tanya syaratnya tangannya telah menyentuh batang aku dari luas seluar yang aku pakei……syaratnya dia nak kulum batang aku puas-puas katanya sambil membuka zip seluar aku..aku tak boleh nak buat apa-apa kerana batang akupun dah mengeras…aku tak pernah dibuat sebegini sebelum ini..bayangkanlah…

    Bila batang keras aku telah keluar dia terkejut besar melihat saiz dan ukurannya. Lebih kurang 7 inci dan hujungnya sangat lebar..Waw katanya this is giant….Dia terus kulum aku dengan rakusnya.

    Aku tak tahu apa nak buat cuma serah aje pade die yang lebih berpengalaman.. Aku lihat dia cuma mampu kulum bahagian kepala sahaja kerana batang aku besar dan panjang…rasanya sungguh sedap..Kesedapan yang tak pernah aku rasakan selama ini. Pun Mui terus kulum batang aku tanpa mampu mengeluarkan kata-kata. Selang 10 minit aku rasa badan aku tiba-tiba panas dan aku terasa satu kenikmatan yang teramat sangat yang memusat dari pusat sehingga kemaluanku… Rupa-rupanya aku hampir klimek…Puan Mui terus mengulum batang ku dengan lebih rakus dan akhirnya aku terpancut di dalam mulutnya..


    Puan Mui terus menghisap batangku sehingga kering namun batang aku masih lagi tegang…This is great kata Puan Mui. Aku cuba menyentuh cipap Puan Mui namun Puan Mui menyuruh aku keluar sebaik sahaja telefon di dalam biliknya berdering. Dia kata kat aku not now…Dia suruh aku beredar tetapi sebelum aku beredar dia memberi nombor telefonnya kepadaku dan menyuruh aku menelefonnya pada jam 8.00 malam tersebut… Aku pun beredar dari bilik Pun Mui tetapi sebelum aku menutup pintu biliknya dia sempat berkata, you can get A- for your paper sambil tersenyum padaku.

    Petang tersebut sebelum aku balik ke rumah sewaku aku telah membeli sebuah pita lucah untuk mempelajari bagaimana mereka melakukannya. Petang itu aku habiskan masaku dengan menonton filem lucah tersebut sementara menunggu pukul 8.00 malam. Pukul 8.00 malam akupun menghubungi Puan Mui dan tanpa banyak bicara dia menjemput aku minum teh dirumahnya…..

    Setibanya aku di rumah Puan Mui, dia terus mendakap aku dan kami pun berkucupan. Dia memang seorang yang berpengalaman… Dia mengajak aku masuk ke biliknya….Dia membuka pakaian nya satu persatu di hadapan aku dan membuatkan batangku terus menegang….Ini rupanya badan yang menjadi idaman ramai selama ini. Aku terus membuka pakaianku dan tanpa banyak soal aku terus mendakapnya dan membaringkan Puan Mui ke katil empoknya….Aku kucup bibirnya dan aku jilat tengkok Puan Mui. Aku kulum teteknya sehingga dia meraung keenakan. Tangan Puan Mui sempat melancap batang ku namun aku terus memberanikan diri dengan menjilat pusatnya dan terus ke cipapnya…Dia meraung lagi kerana keenakan. Aku terus buat seperti yang apa dilakukan oleh pasangan yang aku tonton dalam filem petang tadi…Aku jilat dan jentik kelentitnya sehingga dia meraung dan terpancut beberapa kali…Dia kata this is great…. Please fuck me, Please. Aku tak layan langsung tapi sebaliknya aku masukkan jari aku satu persatu kedalam cipapnya dan lidah aku masih menjilat kelentitnya yang panjang sehingga dia terpancut lagi…..Dia masih merintih simpati agar aku segera masuk….Namun aku ada idea dan tanya dia apa aku akan dapat… Dia kata I promise you will get A++ sambil meraung keenakan.


    Tanpa berfikir panjang aku pun mengambil bantal yang ada dan menyandarkan punggungnya agar ia lebih terangkat dan aku pun memasukkan batang aku kedalam cipapnya namun ianya aku rasakan masih sempit dan panas, namun Puan Mui memudahkan kerja aku dengan mamaut pinggang aku dengan kedua belah kakinya sehingga aku berjaya memasukkan kesemuanya…Aku pun mula berdayung dan aku lihat Puan Mui meraung keenakan. Sekarang kepala Puan Mui berada di bawah katil dan dia tidak berhenti-henti berkata fuck me please… you are great….yes…yes…Aku cabut batang aku dan mengarah agar Puan Mui menonggeng..kami buat cara doggie pula dan dia meraung lagi kerana keenakan.. dia kata aku the greatest lover yang dia pernah main with. Setelah sekian lama berdayung aku rasa nak terpancut dan tanpa membuang masa aku tusuk cipap dia kuat-kuat dan pancut di dalamnya…wah sungguh nikmat sekali….

    Aku cabut batang aku dan masukkan ke dalam mulutnya dan dia kulum aku sehingga kering…namun aku cepat recover..dan batang aku tegang balik… waw this is great, dia kata……Dia nak relek dulu katanya tapi aku cepat-cepat tonggengkan dia dan kenakan kondom yang aku bekalkan tadi… Perlahan-lahan aku masukkan batang aku ke lubang buntutnya..dan ini membuatkan dia terkejut…dan berkata not there my dear….tapi aku tak peduli… Aku rasa sempit yang amat sangat namun bila aku tusuk kuat-kuat batang aku masuk sedikit demi sedikit…akhirnya aku berjaya memasukkan kesemuanya dan berdayung…aku rasakan satu kenikmatan yang teramat sangat dan aku lihat Puan Mui yang pada mulanya tadi kesakitan kini bertukar kepada keenakan. Aku terpancut lagi tapi kali ini di dalam lubang buntutnya….

    Kami sama-sama gelak dan dia kata akulah yang pertama kali memecah virgin buntutnya……dan aku pasti akan dapat A++.


    Pada malam tersebut aku benar-benar puas kerana kami asyik main…aku kira 7 kali….aku balik ke rumah pada pukul 6.00 pagi dan terus sambung tidur kerana terlalu letih. Mujurlah kelas aku mula jam 11.00 pagi. Aku tersenyum sendirian sambil berkata inilah yang dikatakan tuah badan….

    Kisah Seks, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Bergambar, Cerita ABG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Pasutri




  • Video Bokep Eropa cewek cantik Sofia Lata ngentot dengan kontol gede distudio direkam temannya

    Video Bokep Eropa cewek cantik Sofia Lata ngentot dengan kontol gede distudio direkam temannya


    676 views

  • Foto Ngentot gadis perawan di samping kolam besar

    Foto Ngentot gadis perawan di samping kolam besar


    935 views

    Duniabola99.com – foto cewek remaja cantik pirang masih perawan jalan jalan di tepi kolam bersama pacarnya dan melakukan hubungan sex ngentot di semak semak samping kolam.

  • Reon Otowa catwalk poison 90

    Reon Otowa catwalk poison 90


    857 views

  • Kisah Memek Penjual nasi yang bertubuh bak Gitar

    Kisah Memek Penjual nasi yang bertubuh bak Gitar


    947 views

    Duniabola99.com – Sebelumnya aku perkenalkan diri, namaku Asep (samaran), 21 tahun, tinggi 171 cm, berat yang ideal. Aku tergolong cowok yang cakep dan banyak sekali yang naksir aku, tapi yah.. gimana ya! aku punya penis yang cukup besar untuk bisa bikin cewek klepek-klepek dan tidak tahan untuk beberapa kali orgasme.


    Kepala batang kemaluan yang besar dan ditumbuhi rambut yang cukup rapi, rata dan tidak gondrong karena nanti bisa mengganggu cewek untuk “karaoke”. Aku mempunyai daya sex yang tinggi sekali. Aku bisa melakukan onani sampai 3 – 4 kali. Hobiku nonton bokep, sehingga aku cukup mahir dalam gaya-gaya yang bisa buat cewek kelaparan sex. Setelah nonton film bokep aku tidak lupa untuk onani.

    Kisah ini berawal dari membeli nasi kuning di pagi hari. Seperti biasa tiap pagi perutku tidak bisa diajak kompromi untuk berunding tentang masalah makan, langsung saja setelah merapikan diri (belum mandi nih) langsung mencari makanan untuk mengganjal perut yang “ngomel” ini. Setelah beberapa lama putar-putar dengan motor, aku ketemu dengan seorang cewek yang menjual nasi kuning yang laris sekali. Setelah kuparkir di samping tempat jualannya itu, lalu aku ngantri untuk mendapat giliran nasi kuning. Aku kagum sekali dengan penjual nasi kuning ini.

    Kuketahui namanya Naning, umurnya kira-kira 25 tahun dan dia memiliki wajah yang natural sekali dan cantik, apalagi dia kelihatan baru mandi kelihatan dari rambut yang belum kering penuh. Dia tingginya 165 cm dan berat yang ideal (langsing dan seksi) dengan rambut yang pendek sebahu. Dia memiliki susu yang cukupan (34), cukup bisa untuk dikulum dan dijilat kok!

    Waktu itu Naning memakai kaos oblong yang agak longgar dan celana batik komprang. Aku mengambil posisi di sampingnya, tepatnya di tempat pengambilan bungkus nasi kuning yang letaknya agak ke bawah. Dari posisi itu aku dengan leluasa melihat bentuk susu Naning yang dibungkus kaos dan BH, walaupun tidak begitu besar aku suka sekali dengan susunya yang masih tegak dan padat berisi.

    Sesekali aku membayangkan kalau memegang susu Naning dari belakang dan meremas-remas serta sesekali memelintir-lintir puting susunya dengan erangan nafsu yang binal, wouw, asik tenan dan ee.. penisku kok jadi tegang! Saat Naning mengambil bungkusan nasi kuning di depanku, aku bisa melihat dengan jelas susu Naning yang terbungkus BH, putih, mulus dan tegak, nek! Aku semakin menegakkan posisi berdiriku untuk lebih bisa leluasa melihat susu Naning yang mulus itu. Weoe.. ini baru susu perawan yang kucari, padet dan putih serta masih tegak lagi..

    Ya.. andaikan..! kata hati berharap besar untuk mencoba vagina dan susu untuk dijilati, pasti dia suka dan menggeliat deh.Setelah beberapa menit kemudian, pembeli sudah tidak ada lagi tinggal aku sebagai pembeli yang terakhir. “Mau beli nasi kuning, Mas?” sapanya mengambil bungkus nasi di depanku, aku tidak langsung jawab karena asik sekali melihat susu Naning menggelantung itu.


    “E.. Mas jadi beli nggak sih..” Sapa Naning agak ketus. “Oh.. ya Mbak, 1 saja ya.. sambel tambah deh..” sambil gelagapan kubalas sapaan Naning. Aku yakin tadi si Naning mengetahui tingkah lakuku yang memandangi terus dadanya yang aduhai itu, oleh karena itu aku sengaja tanya-tanya apa saja yang bisa buat dia lupa dengan kejadian yang tadi.

    Dari hasil pembicaraan itu kami saling mengenal satu sama yang lain walaupun sebatas nama dan sekitarnya. Naning ini anak kedua dari tiga bersaudara, dia tidak kuliah lagi karena tuntutan orangtuanya untuk membantu berjualan nasi kuning saja. Aku berniat untuk membantu Naning untuk beres-beres dagangannya, karena aku tahu bahwa aku adalah pembeli terakhir dan nasi kuning sudah habis terjual.“E.. boleh nggak kalau Asep bantuin beres-beres barangnya?” rayuku. “Jangan! ngerepotin saja,” sambil malu-malu Naning berkata. “Nggak kok, boleh ya..” rayuku.

    Sampai beberapa menit aku merayu agar bisa membantu Naning untuk beres-beres dagangannya, akhirnya aku bisa juga. Memang sih, barang-barang untuk jualan nasi kuning tidak begitu banyak, jadi hanya perlu satu kali jalan saja. Aku membawa barang yang berat dan Naning yang ringan. Setelah sesampai di rumahnya, “Mas, diletakkan di atas meja saja, sebentar ya.. aku ke kamar mandi sebentar, kalau mau makan nasi kuningnya ambil sendok di dapur sendiri ya..” kata Naning dengan melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.

    Setelah beberapa menit aku duduk-duduk dan mengamati rumahnya, aku terasa lapar sekali dan berniat untuk mengambil sendok di dapur yang letaknya tidak begitu jauh dari kamar mandi Naning. Sesampainya di dapur, terdengar Naning suara pintu dari kamar mandi, eh ternyata Naning barusan saja masuk ke kamar mandi dan kesempatan ini aku tidak sia-siakan saja. Aku berjalan pelan-pelan ke depan pintu kamar mandi itu dan jongkok di depan lubang pintu kamar mandi sehingga bisa melihat apa yang ada di dalam sana walaupun memang agak sempit sih. Solaire99

    Wow.. wow.. aku melihat Naning yang masih berpakaian lengkap dan mulai dia meletakkan handuknya di tempat samping pintu kamar mandi, lalu pelan-pelan dia melepas kaos longgarnya dan terlihatlah susunya yang putih bersih tanpa cacat yang masih terbungkus dengan BH. Dan perlahan-lahan dia melepaskan tali pengikat celana batik yang dipakainya dan menurunkan pelan-pelan dan ah.. terlihat pinggul yang oke sekali putih, dan paha dan betis yang ideal tenan dengan memakai CD yang tengah bawahnya menggelembung seperti bakpaw. Itu pasti vaginanya. Ah.. ayo cepetan buka dong, hati yang tidak sabaran ingin tau sekali isi CD itu. Dan akhirnya dia melepaskan ikatan BH dan.. berbandullah susu Naning yang merangsang batang kemaluanku untuk tegang (puting yang coklat kemerahan yang cukup besar untuk dipelintir deh.. ah) dan sialnya, Naning meletakkan BH-nya pas di lubang pintu sehingga pandanganku terhalang dengan BH Naning.

    Ya.. asem tenan, masak susunya udah ditutup, aku kecewa sekali dan aku kembali duduk di teras sambil makan nasi kuning sambil menutup pintu depan rumah Naning.Dan beberapa menit kemudian, Naning keluar dari kamar mandi, Ee.. dia pakai handuk yang dililitkan ke badannya. Handuk yang amat-amat mini sekali deh, panjangnya di dekat pangkal paha, oh.. indah sekali. Dia hanya pakai BH dan CD di dalam handuk, karena terlihat di pantatnya yang padat itu terawah CD-nya dan tali BH yang ada di bahunya.


    “Ee.. Mas Asep kenapa kok bengong?” “Oo.. e.. o.. tidak.. kok ini pedas,” sambil melanjutkan makannya. “Ya.. ambil saja minum di belakang, aku mau ganti dulu,” saut Naning sambil melangkah ke kamarnya yang letaknya di sampingku dan dia menutupnya tidak penuh. 2 menit kemudian, “Mas Asep bisa bantuin Naning ambilin bedak di kamar mandi, nggak?” “Ya.. sebentar!” aku langsung menuju ke kamar mandi dan mengambil bedak yang dia maksudkan. “Ini bedaknya,” aku masih di luar pintu kamar Naning.

    “Masuk saja Mas tidak dikunci kok,” saut Naning. Setelah aku membuka pintu dan masuk ke kamar Naning, terlihat Naning sedang di depan seperti sambil duduk dan dia tetap pakai handuk yang dia pakai tadi sambil menyisir rambut basahnya itu, sambil mendekat. “Ini Mbak bedaknya,” sambil menyodorkan bedak ke arah Naning. “E.. bisa minta bantuan nggak!” sambil membalikkan muka ke arahku. “Apa tuh..” “Bantuin aku untuk meratakan bedak di punggungku dong, aku kan tidak bisa meratakan sendiri,” kata Naning menerangkan permintaannya. “Apa? meratakan ke tubuh Mbak, apa tidak..” basa basiku.
    Sebelum kata itu berakhir, “Takut ketahuan ortuku ya.. atau orang lain, ortu lagi pergi dan kalau malu ya tutup saja pintu itu,” kata Naning. Aku melangkah ke arah pintu kamar Naning dan menutup pintu itu dan tidak lupa aku menguncinya, setelah itu aku balik ke arah Mbak Naning dan woow.. wowo.. wow.. woow.. dia sudah terkurap di atas ranjang dengan handuk yang tidak dililitkan lagi, hanya sebagai penutup bagian tubuh belakang saja.

    Dan aku menuju pinggir ranjang di samping Naning. “Udah, mulai meratakan saja, e.. yang rata lho..!” sambil menoleh ke belakang dan mengangkat kepalanya ke atas bantal. Aku mulai dari punggung atas mulus Naning, aku taburkan dulu bedak di sekeliling punggung atas Naning dan meratakan dengan tanganku. Ayy.. mulus sekali ini punggung, batang kemaluanku mulai tegang tapi aku tahan jangan sampai ketahuan deh. Meratakan dari atas punggung, ke samping kiri dan kanan, aku sengaja sambil mengelus-elus lembut, punggung Naning dan terdengar sayup-sayup nafas Naning yang panjang.

    Aku mulai menurunkan tanganku untuk meratakan ke bagian punggung bagian tengah yang masih tertutup oleh handuk. “Mas Asep, kalau handuknya menghalangi ya.. di lepas saja,” kata Naning sambil metutup matanya. “Ya.. boleh,” hati berdebar ingin tahu apa yang ada di dalam sana. Aku mulai menyingkap handuk dan ah.. wowowo terlihatlah punggung Naning dan pantat yang tegak putih terlihat bebas, batang kemaluanku tambah tegang saja melihat pemandangan yang begitu indahnya, kulit Naning memang sangat mulus tanpa cacat sama sekali. Aku mulai menaburkan bedak di atas punggung Naning sampai di atas pantat Naning yang masih tertutup oleh CD, setelah menaburkan bedak aku mulai meratakan dengan kedua tanganku ini. Ah.. aku juga bisa menikmati tubuh Naning yang belakang dengan meraba-raba dan mengelus-elus dengan lembut, aku sengaja tidak membuka kaitan BH-nya ya.. biar dia yang minta saja dibukakan.

    Sambil menyenggol-nyenggol kaitan BH Naning agar Naning merasa aku kehalangan dengan kaitan BH-nya itu dan.. “Mas, kaitan BH-nya dicopot saja biar bisa meratakan bedak dengan leluasa,” kata Naning yang masih menutupkan matanya, mungkin agar bisa menikmati rabaan dan elusan tanganku ini. Setelah kaitan BH aku buka dan BHnya masih tidak terlepas dari kedua tangan Naning (hanya kaitan BH yang lepas) terlihat olehku tonjolan susu Naning dari pinggir badannya yang mulus itu.


    Aku pelan-pelan melanjutkan meratan bedak lagi dan sedikit-sedikit turun ke samping badan Naning yang dekat dengan tonjolan susu Naning itu, dengan pelan-pelan aku meraba-raba dengan alasan meratakan bedak. Oh.. kental dan empuk, man! Saat itu juga Naning menarik nafas panjang dan “Sesstsst eh..” sambil menggigit bibir bawahnya. Aku tahu kalau ia sudah terangsang dan aku teruskan untuk meraba dan meremas sedikit tonjolan susu Naning yang ada di samping badannya itu walaupun puting susunya belum kelihatan, nafas dan erangan lembut masih terdengar walaupun Naning berusaha menyembunyikannya dariku.

    Aku tidak mau cepat-cepat. Aku melanjutkan meratakan di pinggang Naning, saat aku mengelus-elus di bagian kedua pinggangnya dia mengerang agak keras, “Ssts seestt.. ah.. geli Mas jangan di situ ah.. geli yang lain saja,” kata Naning sambil menutup mata dan menggigit bibir bawahnya yang seksi itu. Aku mulai menaburkan bedak ke kedua kaki Naning sampai telapak kakinya juga aku beri bedak, selangkangan Naning masih tertutup rapat otomatis aku tidak bisa melihat ke bagian tonjolan vagina yang masih tertutup oleh CD itu.

    Aku harus bisa bagaimana cara untuk membuka selangkangan ini biar tidak kelihatan, aku sengaja ingin mencicipi vagina Naning, akalku terus berputar. Aku mulai meratakan dari pangkal paha Naning, aku mengelus-elus dari atas dan ke bawah berulang kali sambil sedikit-sedikit berusaha melebarkan selangkangan Naning yang masih rapat itu dan lama-lama berhasil juga aku melebarkan selangkangan Naning dan terlihatlah CD Naning yang sudah basah di bagian vaginanya dan Naning sudah mulai terangsang berat, terlihat dari erangan yang makin lama makin keras saja.

    Aku mulai mengelus-elus di bagian paha atas yang dekat dengan pantat Naning masih terbungkus rapi CD-nya. Pelan-pelan aku menyentuhkan ibu jariku di bagian yang basah di CD Naning sambil pura-pura meratakan bedak di bagian dekat pangkal paha. Tersentuh olehku bagian basah CD Naning dan.. “Ah.. sstt stt.. ah.. eh.. sestt..” Naning makin menggigit bibir bawah dan mengangkat pantatnya sedikit ke atas tapi dia diam saja tidak melarangku untuk melakukan itu semua. Aku mulai memberanikan diri dan sekarang aku tidak segan-segan dengan sengaja memegang CD yang basah itu dengan ibu jariku.


    Aku terus memutar-mutarkan ibu jariku di permukaan vagina Naning yang masih tertutup oleh CD-nya itu, aku tekan dan putar dan gesek-gesek dan makin lama makin cepat gesekan dan tekanan ibu jariku ini. “Ah.. oh ye.. sstt ah.. terus.. jang.. an berhenti Sep.. oh.. ye..” Naning mulai terangsang berat dan tidak segan-segan mengeluarkan erangan yang keras. “Ya.. tekan yang keras.. Sep.. oh.. ye.. buka.. CD-nya Sep.. please..” permintaan Naning yang masih menutup matanya, sengaja aku tidak mau membuka CD-nya biar dia tersiksa dengan rabaan dan elusan nikmat ibu jari di permukaan vaginanya yang masih tertutup oleh CD-nya itu. “Ah.. Sep.. aku.. oh..”

    Naning menggeliat dan pantatnya naik-turun tidak beraturan ke kanan dan ke kiri dan aku mengerti kalau ini tanda ia mau orgasme pertama kalinya dan sengaja aku berhenti dan.. “Mbak Naning sekarang berbalik deh..” aku memotong orgasmenya dan dia berhenti menggeliat dan orgasmenya tertunda dengan perkataanku tadi dan sekarang dia berbalik, terlihat wajahnya mencerminkan kekecewaan yang sangat dalam atas tertundanya kenikmatan orgasme yang pertama kali untuk dia. Setelah badan Naning dibalikkan terlihat susu Naning yang putih itu walaupun masih tertutup secara tidak sempurna oleh BH yang kaitannya sudah terlepas.

    Belahan susu Naning terlihat sebagian permukaan susu terlihat tapi putingnya masih tersembunyi di BH. Dan CD yang sudah amat basah dan selangkangan Naning sudah dilebarkannya sendiri sehingga bisa melihat CD yang amat basah itu. Aku mulai menaburkan bedak di atas tubuh Naning tapi sedikit sekali. Aku mulai meraba di bagian leher Naning dengan masih menggigit bibir bawahnya dan mata tertutup rapat dan perlahan-lahan turun di dekat bongkahan dada yang aduhai itu dengan sedikit menyenggol-nyenggol BH-nya dan ternyata dia mengerti maksudku dan.. “Sep, lepas saja semua apa yang ada di tubuhku please, cepet Sep!” kata Naning yang masih menutup mata yang tidak sabaran untuk bercinta denganku karena sudah terangsang berat sekali, apalagi tertundanya orgasme pertamanya.

    Lalu aku pelan-pelan masukkan jari-jariku ke BH Naning, dia semakin mengerang keenakan, “Ssstss ah.. ye.. teruss..” kepal Naning ke kanan dan ke kiri apalagi ketika aku memegang puting susunya dan aku segera membuka BH Naning yang dari tadi tidak tahan rasanya aku mau lihat susu mulus Naning. Tuing.. tuing.. susu Naning kelihatan jelas di depan wajahku, pelan-pelan aku mulai meraba sekeliling permukaan dada Naning.“Ah.. ya.. Sep.. tengahnya Sep.. Sep.. ya.. oh.. te.. rus..” Naning memohon sambil menggigit bibir bawah Naning, aku langsung menjilat ujung puting Naning dengan ujung lidahku dengan sangat pelan-pelan sekali. “Ah.. scrut..” aku mencoba rasa puting Naning, aku putar-putar ujung lidahku di atas puting Naning dan di belahan susunya, dia menggeliat sambil mengangkat menurunkan dadanya sehingga menempel penuh di wajahku.

    Kuremas dan tekan susu Naning dengan kedua tanganku, lalu aku pelan-pelan turun ke pusar dengan tetap ujung lidahku bermain di atas perut Naning. “Ah.. sstt ah.. oh.. ye.. terus Sep.. ke bawah i.. ya..” aku rasa Naning sudah tidak sabar lagi, tangan Naning mulai memegang batang kemaluanku yang masih di dalam celana, dia meremas-remas dan mengelus-elus. Tangan kananku meraba CD Naning dan aku berusaha membuka CD-nya dan Naning membantuku dengan mengangkat pantatnya dan wow.. wow.. vaginanya basah sekali akibat rangsanganku tadi. Vagina Naning dengan bibir yang tipis dan di pinggir vagina tidak ada rambut tapi di atas vaginanya tumbuh rambut yang tipis rapi dengan bentuk segitiga yang pernah kulihat di BF.

    Aku langsung memainkan klitoris vagina Naning dengan ibu jariku. “Ah.. oh.. ya.. sstt terus.. cepat dong.. oh.. ya..” sambil mengangkat pantat dan menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri. Aku mulai memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang vaginanya, dan aku terus mengocok lubang itu dengan pelan-pelan dan lama kelamaan kocokanku percepat dan tangan satunya memperlebar bibir vagina Naning dan lidahku memainkan k;itorisnya. “Ah.. ya.. ye.. terus.. jangan.. ber.. henti.. da.. lam..” katanya sambil patah-patah, dan 3 menit kemudian gerakannya semakin liar mengangkat pantat dan meremas keras-keras batang kemaluanku, aku mempercepat kocokan jariku di vaginanya. “Ah.. Sep.. aku.. tidak ta.. han.. ce.. petin.. ah.. sstt.. a.. ku kelu..” dia mengejang, beberaoa detik lamanya dan.. “Cur.. cur..” keluarlah cairan kental putih kenikmatan dari vagina Naning dan dia lemas di ranjang akibat orgasme yang hebat. Aku lalu menarik jariku dari dalam lubang vagina Naning dan menempel cairan kental itu, aku lalu berdiri di samping ranjang dan melepas seluruh pakaianku kecuali CD-ku.


    Sambil berdiri di samping ranjang Naning, aku melihat batang kemaluanku sudah berdiri dan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok batang kemaluanku dari luar CD agar tetap dalam keadaan ready. Lalu aku duduk di samping Naning yang masih tergeletak lemas dengan meremas-remas susunya dan melintir-lintir putingnya agar dia terangsang lagi dan tangan satunya mengocok-ngocok pelan batang kemaluanku.

    “Mbak Naning hebat deh..” sambil membisikkan dekat di telinganya. “Ah.. nggak.. kocokan kamu yang membuat aku terbang,” Naning terbangun dari kelemasannya. “Itu masih tanganku, gimana kalau batang kemaluanku yang mengaduk-aduk vagina Mbak?” sautku sambil tetap melintir-lintir puting susu Naning. “Sstt ah.. boleh.. cepet ya.. aku tidak tahan nih.. ah.. ye,” kata Naning sambil menahan rangsangan pelintiran puting dari tanganku. Lalu aku melebarkan selakanganku di depan Naning dan pelan-pelan Naning mengelus-elus dan mengocok dari luar CD dan dia tidak sabaran langsung dicopot CD-ku dan tuing.. tuing.. batang kemaluanku “ngeper” dan berdiri tegak di depan muka Naning.

    “Wow.. batang kemaluan kamu besar sekali.. kamu rawat ya..” kata Naning sambil mengocok pelan-pelan batang kemaluanku. “Iya.. Mbak biar tetap ready untuk Mbak Naning,” kataku sambil tetap melintir puting susu Naning yang menggelantung karena dia dalam posisi nungging. Naning langsung memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya, dia kulum batang kemaluanku dan jilati sampai rata, “Ah.. ya.. sstt ah..” erangku sambil meremas-remas susu Naning, tidak hanya batang kemaluanku yang ditelan oleh Naning, kedua “telur”-ku pun dilahapnya, “Plok.. plok..” bunyi sedotan mulut Naning di kedua “telur”-ku dan dilepas dan mulai mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan mulutnya lagi. Jilatan, gigitan dan sedotan mulut Naning memang membuatku terbang, “Ah.. kamu memang hebat, ah.. ses.. ah.. ye..” pujiku ke Naning yang terus mengocok batang kemaluanku dengan mulut binalnya itu.

    5 menit bermain dengan mulut Naning, batang kemaluanku sudah tidak sabaran menerobos masuk vagina Naning yang merah merekah itu. Lalu aku berbaring terlentang di ranjang Naning dan Naning duduk di atas badanku, ternyata Naning mengerti apa mauku, dia langsung memegang batang kemaluanku dan didekatkan ke vaginanya. Naning tidak langsung memasukan batang kemaluanku ke vaginanya tapi digesek-gesekkan dahulu di permukaan vaginanya dan selanjutnya. “Bless.. sleep!” masuklah batang kemaluanku ke vagina Naning yang sudah penuh dengan lendir kenikmatan Naning.

    Naning mulai menaikkan pinggul dan menurunkannya kembali dengan pelan-pelan, “Aah.. batang kemaluanmu mantep.. Sep.. ah.. ye.. dorong.. Sep yang dalam.. ya!” erang Naning sambil berpegangan dengan dadaku. “Oph.. ya.. vagina kamu top.. Ning.. goyang.. te.. rus.. oh.. ye..” kata-kataku patah-patah karena kenikmatan tiada tara dari dinding vagina Naning yang meremas-remas batang kemaluanku, dan sambil meremas-remas susu Naning yang “ngeper” naik turun akibat goyangannya.

    Lama kelamaan goyangan Naning semakin cepat dan binal, “Ah.. ye.. kon.. tol.. kamu.. do.. rong.. Sep.. sstt ah.. ye.. oh.. ye..” erang Naning yang sudah tidak karuan goyangannya. Lalu aku pun mengimbangi goyangan Naning, aku pegang pinggulnya dan aku mengocok dengan cepat vagina Naning dengan batang kemaluanku dari bawah. “Plek.. plek.. plek.. plek..” suara benturan pantat mulus Naning dengan permukaan pinggulku. “Oh.. ya.. goyangan.. hebat..” kataku sambil mempercepat kocokan batang kemaluanku di vagina Naning dan sepuluh menit kemudian tubuh Naning menggeliat dan mulai menegang, Naning sedang dalam ambang orgasme yang kedua.


    “Ah.. Sep.. aku.. ti.. tidak.. tah.. aku.. sstt ah.. ya.. ke.. luar.. ah..” kata Naning sambil menempelkan badannya ke badanku dan dia semakin mempercepat gerakan pinggulnya untukmengocok batang kemaluanku dan aku membantunya dengan mengangkat sedikit pantatnya dan mengocok dengan kecepatan penuh.

    “Ah.. aku.. tidak kuat.. lagi Sep.. aku mau.. ke.. luar.. ah.. sesstt.. ah..” dan akhirnya, “Ser.. ser..” terasa semprotan cairan hangat di ujung batang kemaluanku yang masih di dalam vagina Naning, tubuh Naning lemas dan aku belum orgasme dan aku ingin menuntaskannya. “Mbak aku belum keluar, tuh batang kemaluannya masih berdiri, bantuin ya.. keluarin spermanya!” aku bisikkan di telinga Naning yang masih lemas itu. “Kamu memang kuat sekali Sep.. masak kamu belum keluar juga,” kata Naning bangkit dari lemasnya sambil mengocok pelan-pelan batang kemaluanku yang masih tegang dari tadi.

    “Ya.. sedikit lagi nih.. nanggung kalau dibiarkan, entar bisa pusing,” sambil meremas-remas susu Naning. “Ya.. udah gimana lagi nih.. vaginaku masih kuat kok menahan kocokan batang kemaluanmu yang nakal itu,” sambil melepaskan kocokan tangannya di batang kemaluanku aku menyuruh Naning untuk nungging dan terlihatlah dengan jelas lubang dan vagina Naning yang amat basah dan merahitu. Aku mulai mencium pantat Naning yang semok itu, aku raba-raba di sekitar lubang anusnya dan aku jilati lubang anus Naning, ternyata dia mengerang keasyikan dan tanganku menggesek-gesek vagina Naning dan memasukan jari ke vaginanya.

    “Aah.. stt sstt ya.. Sep.. dimasukkan saja.. a.. aku tidak.. sabar.. manna kontolmu.. ma.. sukin cepat!” Naning tidak sabar sekali dengan kocokan batang kemaluanku. Aku mengarahkan batang kemaluanku ke vagina Naning dan aku memperlebar selangkangan Naning agar lebih leluasa untuk kocokan batang kemaluanku dan sedikit tekanan, “Bleess.. slleep..” batang kemaluanku langsung masuk ke lubang kenikmatan Naning dengan diiringi dengan erangan Naning menerima batang kemaluanku masuk. “Ah.. ye.. goyang.. Sep.. sstt..” Aku langsung mengocok vagina Naning dengan tempo yang sedang. “Auggh.. hem.. ye.. te.. rus.. cepat.. ah.. hm..” Naning pun ikut menggoyangkan pantatnya maju-mundur untuk mengimbangi kocokan batang kemaluanku, lalu aku tidak sabaran dan mempercepat kocokan batang kemaluanku. “Ya.. ya.. ya.. te.. rus.. ah.. ya.. da.. lam.. Sep.. aku.. ke.. luar..

    ” Naning menggeliat tanda dia mau orgasme yang ketiga kalinya. “Ta.. han.. Ning.. aku juga.. mau.. ye.. ah.. ke.. luar..” aku makin mempercepat dengan memegang pinggul Naning. Beberapa menit, aku terasa mencapai puncak, terasa spermaku kumpul di ujung batang kemaluan dan mau aku semprotkan. “Ya.. kit.. a.. ba.. reng.. ya.. aku.. ke.. luar.. ya..” aku tidak kuat lagi menahan desakan sperma yang sudah penuh dan.. “Sa.. tu.. Du.. a.. Ti.. g.. crot.. crott ser.. ser..”aku menyemprotkan spermaku di dalam vagina Naning sampai lima semprotan dan Naning jatuh lemas tidak berdaya di atas ranjangnya, aku sedikit mengocok batang kemaluanku dan masih keluar sperma sisa di dalamnya.

    “Makasih ya.. Mbak Naning, vagina kamu cengkramannya bagus kok,” bisikku di telingnya. “Ah.. kamu bisa saja.. batang kemaluan kamu juga kocokannya hebat.. kapan-kapan aku mau lagi,” saut Naning sambil meraba-raba dadaku. Dan kami tidur bareng saat itu dengan tubuh yang telanjang tanpa apa-apa. Sampai beberapa jam kemudian aku terbangun dari tidurku, dan aku bangun dari tidurku dan melihat Mbak Naning tidak ada di sampingku dan aku keluar dari kamar Naning sambil membawa pakaianku dan aku masih telanjang.


    Ternyata Naning mandi dan aku sengaja menunggunya di ruang depan sambil mengocok-ngocok batang kemaluanku agar tegang lagi. Dan beberapa menit Naning keluar dan mendekatiku, “Lho.. kok tidak dipake bajunya, tuh.. batang kemaluan kamu berdiri lagi,” dan Naning duduk di sebelahku dengan pakai belitan handuk saja. “Ya.. Mbak aku mau pulang udah siang nih.. tapi Mbak..” kataku. “Apa lagi he..” sambil mengelus-elus pipiku. “Keluarin lagi dong, tidak usah dimasukin ya.. oral deh..” rayuku. “Ya.. udah.. kamu tenang saja ya..”

    Naning langsung jongkok di selakanganku dan melepas handuknya dan dia sekarang bugil. Langsung dia kulum dan jilati dengan buas sekali, hampir aku tidak tahan menerima perlakuan sepeti ini tapi aku berusaha menahan kocokan mulut binal Naning, dan sampailah beberapa menit aku tidak tahan lagi atas perlakuan Naning dan. “Croot.. croot..” semburan spermaku ke wajah, susu dan rambut Naning. “Ah.. ya.. terima kasih ya.. Mbak..” lalu aku memakai bajuku dan.. “Ya.. kembali, kalau ada waktu datang ya..” kata Naning sambil membersihkan semprotan spermaku di tubuhnya dengan handuk mandinya.

    Lalu aku pamitan untuk pulang. Dan hubungan kami tetap baik, hampir tiap hari aku beli nasi kuning Mbak Naning, kalau memang di rumah sepi aku dan Mbak Naning nge-sex terus, tapi kalau ada orangtuanya mungkin hanya batang kemaluanku di kocok sama tangannya saja. Ya.. gerak cepat tapi puas. Tapi sudah beberapa bulan ini Mbak Naning tidak jualan lagi sehingga nge-sex sama Mbak Naning jadi terganggu. Aku harap ada Mbak mbak yang lain yang lebih binal.

  • Kisah Memek Selingkuh di Kantor

    Kisah Memek Selingkuh di Kantor


    1347 views

    Duniabola99.com – Aku sudah berkeluarga dan dikaruniai anak 1 yang masih 2 tahun umurnya, perkenalkan namaku Citra usiaku saat ini 26 tahun, aku menikah dengan suamiku 4 tahun yang lalu, dimana suamiku itu sangat harmonis denganku dan pastinya romantis, kami bertemu di kantor suamiku team satu kerja denganku sampai sekarang. Dulunya aku tidak menaruh rasa simpati dengannya tapi namanya witing tresno jalaran seko kulino kata orang jawa.

    Terlalu keasikan pertemanan jadi kita memasuki area pacaran saat itu dan kami semakin kompak dalam menghadapi masalah saat waktu pacaran, aku tidak kwuatir kalau pulang malam karena suamiku itu setia setiap saat kalau aku pulang malam dia sering menjemput aku di kantor waluapun dia kadang pulang rumah dulu. Trus balik lagi untuk menjemput aku.


    Oh ya aku saat ini aku bekerja di bagian keuangan salah satu NGO asing yang menangani perpajakan sehingga banyak sekali tugasku menuntut aku harus banyak menghabiskan waktu untuk berhubungan dengan orang-orang pajak yang sudah menjadi rahasia umum sangat banyak tuntutan.

    Akupun jadi terbiasa menghadapi mereka dan tak jarang untuk dapat “melunakkan” hati mereka aku harus bersikap seluwes bahkan cenderung berpura-pura genit termasuk tampil agak seronok dengan tujuan supaya tugasku dapat selesai dengan mudah.

    Untungnya suamiku cukup bijaksana dan dapat memahami keberadaanku dengan memberikan kepercayaan 100{5fb8d7eeade67c5327ed3611c537eb6fc54abda1f56891521df3f05d3fd24a22} kepadaku. Ternyata keleluasaan ini justru membawa aku kedalam situasi yang sulit hingga akhirnya aku memasuki satu dunia yang belum pernah kukenal tapi gilanya aku jadi sulit untuk keluar dari dunia tersebut yaitu threesome sex.

    Awalnya ketika itu kantorku menjelang tutup buku dan seperti biasanya kesibukan kami di keuangan menjadi luar biasa tingginya sampai-sampai ada beberapa rekanku yang harus pulang kantor menjelang pagi.

    Aku sendiri tetap pada tugas utama yaitu merapihkan laporan-laporan pajak dengan dibantu oleh petugas-petugas pajak. Syukurlah kali ini yang ditugasi untuk konsolidasi ada 2 orang yang sudah tidak asing bagiku yaitu Iwan (26) dan Jaka (25) sehingga aku tidak perlu buang-buang waktu untuk beradoptasi dan menjelaskan kondisi kantorku.

    Kami janjian ketemu di Hertz Chicken untuk makan siang sekaligus berdiskusi awal menyepakati hal-hal apa yang harus dilakukan dan pembagian tugasnya. Karena sudah akrab kamipun menyelingi diskusi dengan senda gurau dan setelah itu kami lanjutkan pekerjaan inti di kantor mereka yang letaknya cukup jauh yaitu di Tanggerang. 3 hari pertama semua berlangsung normal, ketika memasuki hari ke 4 volume pekerjaan semakin serius sehingga tidak terasa sudah jam 8 malam.

    Sedangkan target selesai kerjaan kami hari ke 6 sudah harus dilaporkan.

    Akupun jadi gelisah sendiri dan rupanya Iwan menangkap gelagat itu dan mencoba membantuku mencari solusinya.

    “Bukan apa-apa Her, rumahku kan jauh sekali di Bogor sedangkan jam segini aku masih di Tanggerang”

    “Ya udah begini saja, bagaimana kalau Mbak Desy bermalam saja di cottage dekat kantor lalu besok pagi minta tolong suami Mbak Desy membawakan pakaian ke kantor. Tapi sekarang harus kasih tahu dulu sama suami supaya dia tidak gelisah nungguin,” usul Iwan

    “Boleh juga, usul diterima” sambutku gembira dan mengangkat tangan untuk TOSH dengan Iwan.


    Segera kutelpon suamiku R yang sedang berada di luar kota untuk minta ijin dan R menyetujui bahkan menyuruhku supaya mentuntaskan. Setelah makan malam nasi goreng di kantor akupun minta tolong Iwan mengantarku ke cottage yang dimaksud. Setiba disana ternyata tempatnya cukup menyenangkan karena tersedia ruang tamu dan 2 kamar ditambah lagi hari itu ada rate khusus berkenaan dengan ulang tahun cottage tersebut. Melihat itu spontan aku langsung setuju bahkan menyesali kenapa tidak dari awal saja disini.

    “Tahu begitu kita kerja disini saja lebih enak”

    Rupanya reaksiku ini disambut oleh Iwan, “kalau begitu bagaimana kalau kita melanjutkan tugas kita disini supaya aku dan Jaka enggak perlu repot-repot karena disini kan bisa sekalian mandi lalu tidur, mumpung kamarnya dua.. gimana Mbak?”

    “Boleh saja,” jawabku pendek tapi dalam hati menyesali spontanitasku tadi karena berarti malam ini aku akan berada bersama 2 laki-laki dalam satu atap rumah.

    Namun keraguanku pupus karena aku berusaha berpikir positif, toh kita nggak akan macam-macam karena kamar kami terpisah, kalaupun terjadi apa-apa atas diriku aku bisa berteriak. Ah, jahatnya hati ini.. kalau dilihat dari sikap dan penampilan mereka yang intelek mana mungkinlah mereka mau berbuat macam-macam.

    Tak lama kemudian Jakapun datang dengan membawa beberapa tumpuk order dan meletakkan di meja makan yang rencananya akan kami jadikan meja kerja. Untuk menghilangkan rasa lelah aku memutuskan untuk berendam di kamarku yang juga dilengkapi dengan kamar mandi.

    Tapi baru kusadar aku tidak membawa pakaian, untunglah aku membawa kaos mirip singlet dan kebetulan dibalik celana panjang yang kupakai aku juga mengenakan celana sport stretch hitam sebatas diatas lutut. Masalah lain adalah aku hanya membawa CD yang menempel.. Duh bagaimana ya..

    Akhirnya aku dapat ide untuk mencuci CD itu dan menjemur di kamar mandi dengan harapan besok pagi sudah kering. Sebagai pengganti CD aku melapisi kemaluanku dengan panty liner yang kutempelkan langsung di celana. Beress.. Kan??

    Lalu mandilah aku dengan air panas yang sudah kuatur sesuai selera. Usai mandi akupun berbusana seperti yang sudah aku pikirkan dan ketika keluar kamar kulihat Iwan dan Jaka sudah segar karena mereka juga sudah mandi dan seolah sudah janjian mereka sama-sama mengenakan celana pendek, tapi bagian atasnya hanya Iwan yang mengenakan kaos singlet sedangkan Jaka bertelanjang dada saja membiarkan dadanya yang bidang berotot dan berbulu itu terpampang membuat darahku sedikit berdesir.


    “Maaf Mbak Desy aku terpaksa tidak pakai apa-apa karena tadi waktu mau mandi bajuku jatuh dari kapstok sehingga basah”

    Jaka berusaha menjelaskan dan menutupi rasa saltingnya karena mataku menatap tajam.

    “O ya, tapi sudah dijemur kan?” tanyaku basa basi.

    “Sudah sih,” jawab Jaka sambil pura-pura sibuk dengan kerjaannya lagi.

    “Ah, bilang aja mau pamer bulu sama Mbak Desy.. ck, ck, ck.. Di kampungnya aja segitu banyak apalagi di kotanya.. ha, ha, ha” ganggu Iwan sambil melirik ke aku dan kulihat Jaka semakin malu.

    Rupanya introduksinya Iwan tidak berhenti disitu karena akhirnya kami kembali bersenda gurau yang selanjutnya topikpun beralih serius menjadi diskusi tukar pikiran seputar hal-hal yang sangat pribadi dan kamipun tenggelam asik dalam pembicaraan tentang teknik-teknik ML.

    Dari situ baru kuketahui dari kisah-kisah mereka ternyata Iwan sangat piawai dalam teknik sex. Iwan terus bercerita tentang pengalamannya dengan beberapa teman gadisnya yang menurut pengakuannya cewek-cewek itu sangat tergila-tergila dengan permainannya.

    Lain halnya dengan Jaka yang lebih banyak mendengarkan tapi tanpa sadar Jaka sudah menutupi bagian auratnya dengan bantal, mungkin malu kalau ketahuan “adik”nya sudah meronta-ronta.

    Semula aku bertahan untuk tidak menceritakan pengalamanku, tapi karena Iwan pandai memanfaatkan suasana akhirnya kuceritakan juga apa saja yang aku dan suamiku pernah lakukan tapi masih dalam batas yang sopan karena itu hal yang tabu untuk disampaikan kepada orang lain apalagi lawan jenis dan bukan suami sendiri.

    Lama kelamaan level cerita kamipun meningkat, aku sudah semakin berani menyampaikan hal yang sekecil-kecilnya tentang apa saja yang masing aku dan suamiku sukai. Begitu juga dengan Jaka yang berhasil dibuat mengaku kalau ternyata selama ini mengalami minder akibat bawaan lahir karena memiliki penis yang sangat besar. Dengan tetap berusaha keras mengendalikan hormon wanitaku aku berusaha untuk menghibur Jaka.


    “Ah, kenapa harus minder.. Justru seharusnya bangga dong. Seperti aku, maaf kata nih, aku suka minder karena memiliki rambut yang berlebihan. kalau laki-laki seperti kamu sih nggak apa-apa, tapi aku suka kuatir suamiku tidak menyukainya. Buktinya setiap aku memintanya untuk mengoral selalu ditolak halus, tapi jangan salah.. Dia selalu puas dengan coitus kami”

    Hari semakin malam dan topik diskusi kami semakin panas dan kamipun sudah berpindah ke sofa. Ketika kami membahas threesome sex dan entah sadar atau tidak sambil bercerita posisi duduk sudah tak karuan.

    Aku bersandar di pegangan sofa dengan kaki diatas pangkuan Iwan dan kaki sebelah berjuntai ke karpet dimana Jaka duduk dilantai sambil menikmati Iwan yang memijat betis indahku dengan bulu-bulu halus yang tumbuh rapih disitu dan Jaka memijit telapak kakiku yang putih bersih dengan kuku dilapisi kutex transparan.

    Begitu nikmat sensasi pijatan yang mereka berdua lakukan akhirnya aku merasa melayang apalagi pijitan Iwan sudah naik ke arah pahaku dan aku ingat aku hanya mengangguk dengan mata terpejam ketika Iwan dan Jaka melepaskan celana sportku dengan alasan untuk memudahkan pemijitan dan lupa kalau itulah pertahananku terakhir. Ketika kubuka mata untuk mencegah upaya mereka tapi ternyata terlambat karena celana itu baru saja terlepas dari ujung kakiku.

    “Duh.. Kalian ini.. Aku jadi malu”

    Tapi mereka tidak menggubris sebab mereka sudah asik masing-masing dengan kakiku.. Dan aku semakin bergumul dengan diri ini antara menolak dan sebaliknya.. Yang kesimpulannya aku dengan perlahan dan sambil menggoyang-goyangkan pinggul akibat sensasi yang begitu hebat membuka kakiku terbuka lebar-lebar dan melupakan rasa malu karena telah memamerkan bagian dari wanita yang mestinya aku tutupi dan hanya dapat dibuka didepan suamiku.

    Tapi peraturan itu seolah tidak berlaku karena dibawah selangkanganku sana dua lelaki muda sedang menggeluti pahaku dan.. Oow mereka tiba-tiba berubah seperti hewan lapar sedang rebutan makanan dan begitulah mereka sedang saling dorong untuk bisa melahap kemaluanku.


    Dan akhirnya Jaka mengalah membiarkan Iwan melahap kemaluanku dengan rakusnya, selanjutnya giliran Jaka yang berbeda dari Iwan.. Lebih lembut tapi oougghh seluruh permukaan kemaluanku terasa dikunyah, penasaran mau tahu apa yang sedang Jaka lakukan, kubuka mata dan kulihat mulutnya yang ditumbuhi janggut dan kumis tebal itu telah menutupi kemaluanku membuat aku kegelian hebat serta tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang mendesak dari bagian bawahku yang ternyata cairan kewanitaanku mengalir deras memenuhi rongga kemaluanku.

    Setelah puas menggeluti kemaluanku Iwan mengambil handuk dan menyeka kemaluanku.. Dan mengambil sesuatu yang ternyata krim cukur jenggot dan shaver.. Aku tahu apa yang akan Iwan lakukan tapi akibat kenikmatan oral sex itu aku seperti tidak berdaya dan tetap telentang dengan posisi mengangkang..

    “Iwan apa yang mau kamu lakukan??”

    Tapi pertanyaanku tidak digubris malah Iwan memberi kode kepada Jaka yang kemudian Jaka menghampiriku dan didepan mataku dia menurunkan celana pendeknya.. Dan wow.. Batang kemaluan Jaka ternyata sudah memuai sampai sebesar tangan bayi.. Dengan tetap lemaut Jaka menyodorkan Super Dicknya ke mulutku sehingga mulutku sekarang penuh sesak dengan penis milik Jaka sementara dibawah sana Iwan rupanya asik mencukuri kemaluanku.. Semua proses itu berlangsung kira-kira 15 menit dan ketika “pekerjaan” Iwan selesai Jakapun mencabut penisnya dari mulutku.

    Ketika kutengok kemaluanku sudah licin memerah.. Setelah membersihkan sofa dari bulu-buluku Iwan memulai tugas lainnya, penisnya yang tidak kalah besarnya dari milik Jaka segera melompat dari celana pendeknya.

    Sehingga yang terlihat sekarang 3 insan berlawanan jenis sudah polos tidak mengenakan apa-apa terlebih aku sudah seperti bayi karena kemaluanku sudah tidak ditumbuhi bulu lagi dan sedang digosok-gosok oleh batang kemaluan Iwan sampai cairanku keluar seolah menyatakan siap untuk menyambut penis Iwan yang besar dan penuh urat.

    “Sshh..”

    Hanya desisan itu yang keluar dari mulutku ketika kepala cendawan itu menerobos perlahan kewanitaanku yang selama ini hanya digunakan oleh suamiku R. Secara naluri mulutku terbuka lebar ketika kurasakan batang kemaluan Iwan sudah tertanam seluruhnya di dalam liang senggamaku.


    Setelah beberapa saat didiamkan yang ada dibenakku adalah betapa sesaknya kemaluanku dan gatalnya minta ampun sehingga tanpa sadar pinggulku bergoyang yang disambut dengan genjotan Iwan..

    Selang beberapa lama Iwan tiba-tiba membalikkan tubuh kami dengan penis masih tetap tertanam sehingga sekarang aku berada diatas Iwan memberiku kesempatan untuk mencari sensasi sendiri.. Hal ini berlangsung cukup lama entah sudah berapa kali aku orgasme.

    Tak lama kurasakan bokongku ada memukul-mukul pelan, ketika kutengok ternyata Jaka sedang dalam posisi tegak dibelakangku dan mengoleskan baby oil ke anusku.. Selanjutnya yang terjadi adalah kenyataan 2 penis besar mereka sudah tertanam dalam tubuhku.. Luar biasa nikmatnya sampai akhirnya merekapun ejakulasi dan menumpahkan di wajahku.

    Setelah itu kami bertiga tertidur pulas dan pagi-pagi kami bangun melanjutkan pekerjaan yang tersisa. Bedanya dengan kemarin-kemarin adalah sekarang kami bekerja tanpa sehelai benangpun dan bila sudah mulai bosan kami selingi dengan persetubuhan.. Kadang aku melayani sekaligus berdua, kadang satu-satu dan sementara salah satu dari mereka tetap bekerja.


    Lucu memang.. Tapi itulah pengalaman dahsyat yang aku alami dan membuat aku jadi sekarang jadi ketagihan.. Malah aku pernah melayani Iwan dan Jaka ditambah 3 orang temannya yang lain..

  • Jade Nile Pulls A Kendra Sunderland!

    Jade Nile Pulls A Kendra Sunderland!


    941 views

  • Kisah Memek Horny Di Tempat Umum

    Kisah Memek Horny Di Tempat Umum


    1230 views

    Duniabola99.com – Aku punya sebuah kebiasaan sejak lama. Aku suka sekali bila tubuhku dipandangi dengan bebas. Mungkin karena aku terlalu mencintai tubuhku. Aku selalu merawat tubuhku agar tetap indah untuk dipandangi orang lain. Aku merawat kulit, rajin mandi susu, wax jugakulakukan. Dadaku sangat montok. Ukuran 37B, perutku rata, dan aku masih perawan.


    Aku suka bila dilihati tetapi tidak suka dijamah. Mmemekku sangat indah bila kuperhatikan, karena bulunya tidak begitu lebat, juga tidak tipis. Aku benar-benar mencintai tubuhku.

    Hari itu aku mendapatkan voucher menginap di sebuah hotel di Bali. Tadinya aku ingin mengajak teman-temanku. Tetapi aku berpikir mungkin aku ingin sendiri dulu.

    Aku suka memakai bra yang mendorong dadaku naik. Sehingga dadaku terlihat lebih besar montok. Aku juga suka mengenakan rok pendek dan G string. Hari itu aku mengenakan rok yang sangat pendek hanya sepantat. Dan aku memakai kaos ketat berwarna putih dengan bra yang membuat dadaku sehingga terlihat lebih besar.

    Saat di toilet sebelum check in, aku sadar bahwa dadaku akan tampak lebih indah bila tidak dibungkus bra. Maka aku lepas braku hingga para tamu melihat padaku karena aku cantik, sexy dan tinggi seperti model-model porno yang mereka lihat di majalah.

    Hari itu sangat panas. Aku merasa sangat horny. Ketika masuk ke kamar, aku langsung membuka jendela balkon. Kulihat, di sana langsung menghadap pantai, beberapa kelompok orang sedang berdiri memandangke hotel arahku. Lalu aku bertambah horny.

    Aku membuka kausku begitu saja, duduk di balkon kamarku. Mata-mata mereka memandangi dadaku yang telanjang dan mencuat itu. Aku berniat memanas-manasimereka sambil pura-pura tidak peduli.

    Aku meraba dadaku dan mencubit putingnya. Aku merasakan sensasi menggelitik. Mungkinkarena aku sedang ditonton, juga karena memang aku sedang horny. Aku membelai perutku dan menurunkan sedikit rokku. Mengelus-elus paha dan pangkal pahaku sementara tatapan mereka semakin nyalang.


    Aku pura-pura tidak melihat dan tenggelam dalam duniaku sendiri. Aku menyusupkan tanganku ke dalam rok dan mengusap-usap memekku yang mulai basah. Lalu aku mengeluarkan tanganku dan menghisapnya.

    Kemudian aku menungging di atas kursi dan menggosok-gosokan dadaku di kursi seperti kucing, lalu menggosok-gosokan memekku di lengan kursi. Seakan aku juga terjebak dalam permainanku sendiri, aku menyambar handuk dan menutupi dadaku. Lalu aku menurunkan rokku dengan dramatis, agar mereka bisa melihat pantatku yang indah. Aku sengaja lebih menungging lagi agar mereka bisa melihat memekku dari belakang.

    Aku merasa penontonku semakin banyak. Aku semakin berani. Kunaikkan kakiku di atas pagar balkon dan duduk di kursi dengan handuk menutupi dadaku. Lalu aku merentangkan kakiku selebar-lebarnya dan mengusap-usap klitorisku. Seluruh tubuhku menggelinjang keenakan dan aku melenguh. Semakin lama aku menggosok memekku semakin cepat. Sentuhan di benjolan itu membuat tubuhku menggila.

    Aku berusaha menahan agar aku tidak cepat-cepat orgasme. Aku menggosoknya lebih pelan dan agak turun intensitasnya. Lalu kupercepat
    lagi. Aku hampir menjerit saking nikmatnya. Lalu aku membuka memekku dengan tangan kanan dan tangan kiriku masih menggosok
    memekku dengan penuh nafsu.

    Aku hampir orgasme. Aku benar-benar menjerit keenakan. Kulihat mereka terbengong dengan penuh nafsu. Dan aku pun akhirnya orgasme. Aku merentangkan kakiku semakin lebar dan kumasukkan tiga jari sekaligus ke liang memekku. Kukeluar masukkan di permukaannya karena aku takut menerobos keperawananku.

    Aku menutup mata dalam posisi jari dalam memek. Beberapa saat kemudian, aku mengusap memekkulagi, kali ini dengan tangan meraba-raba dadaku sehingga handukku pun terjatuh. Aku menggosok- gosoknya sampai aku terduduk lemas saking enaknya. Lalu aku menjilat jari-jariku dengan
    tatapan nakal.


    Mereka akhirnya tersadar bahwa aku melakukannya dengan sengaja. Tetapi aku tidak peduli. Mereka bertepuk tangan. Lalu aku berjalan masuk padahal aku semakin terangsang. Aku bermasturbasi dalam kamar sekali lagi. Hari itu sangat luar biasa bagiku.

    Pada hari kedua, aku pergi ke kafe sendirian. Aku sedang dalam nafsu tinggi karena kemarin. Aku memakai rok mini dan bikini tipis yang menunjukkan jelas putingku. Aku tidak memakai celana dalam. Di kafe itu, lampunya cukup remang.

    Kemudian seorang cowok mendekatiku

    “Mbak, sendirian?” tanyanya.

    Kulihat tampangnya lumayan. Aku tersenyum dan bergeser untuknya. Ia terus melihat pada dadaku yang menjulang. Kukatakan padanya dengan blak-blakan..

    “Kuizinkan kamu melakukan oral sex padaku. Tapi kita harus melakukannya di sini.” kataku.
    “Di sini?”, tanyanya sambil melihat ke sekeliling kafe remang itu.
    “Takut?” tantangku.

    Dia menggeleng. Ia melumat bibirku sementara tangannya menjelajahi buah dadaku.

    “Gue bener-bener beruntung! Lanjutinnya dimana?”
    “Nggak ada lanjutin. Aku cuma mau kamu ngoral aku.” kataku. Ia berhenti sejenak.
    “Bagianku?”
    “Mau nggak?” tanyaku menuntun tangannya menyusup di balik rok dan menyentuh memekku yang basah.

    Ia menggigit putingku dari luar bikini. Aku menggelinjang dan mulai bersandar santai pada sofa. Ia meremas-remas dadaku sementara tanganku bermasturbasi sendiri.

    Aku menjerit kecil sehingga mata-mata nakal mulai melihat. Aku bertambah basah. Dia melepaskan bikiniku dan melumat dadaku sementara aku memangkunya. Aku merasakan penisnya menegang. Ia melumatku semakin dahsyat dan aku menjerit lagi.

    Ia lalu menyusupkan tangannya ke dalam celana dalamku dan menggosok naik turun memekku. Aku terkikik antara geli dan nikmat. Ia berjongkok dan kuturunkan rokku ketika aku masih berdiri dengan dada telanjang.


    Pandangan mesum mengarah padaku tetapi aku tidak peduli. Mukanya telah menghadap tepat pada memekku yang kubuka lebar. Saat lidahnya menjilat, aku merasakan sensasi luar biasa. Tubuhku menggelinjang nikmat. Ia menjilat sambil jarinya terus menggosok memekku.

    Aku menjerit-jerit. Lalu jarinya dimasukkan ke dalam memekku. Sakit rasanya. Aku takut kehilangan keperawananku.

    “Aku masih perawan.” ujarku.

    Ia tertawa. Sebagai balasannya, ia menggigit kecil klitorisku hingga aku menjerit.

    “Tenang aja” jawabnya.

    Lalu ia memasukkan jarinya pelan-pelan. Rasanya aneh. Lalu ia memutar-mutar jari-jarinya di dalam memekku. Aku mulai
    merasakan nikmatnya. Aku mengangkat pantatku dan meminta lebih. Ia mulai mempercepat gerakan jarinya sambil juga menjilat klitorisku. Sesekali digigitnya.

    Aku tidak tahu lagi aku dimana. Aku hanya merasa nikmat. Mereka juga memandangiku. Aku begitu bahagia. Aku orgasme. Aku benar-benar lemas. Tiga kali aku dibuatnya orgasme tanpa ia perlu melepas celana.

    Kemudian ia memakaikan rok dan bikiniku. Ia melumat bibirku saat kami selesai. Ia berkata dengan nada lembut dan nafas berderu..
    “Aku mau lebih. Aku mau merawanin kamu.” katanya.

    Aku tersenyum

    “Nggak bisa.” kataku.
    “Kenapa?” tanyanya.
    “Buat aku jatuh cinta.” kataku.

    Ia membuktikannya. Ia mengabulkan apa mauku. Kami berulang kali bercinta di hadapan umum. Semakin hari semakin gila.

    Aku tidak ingin pulang dibuatnya. Suatu hari kami bercinta di pantai. Di lain hari kami bercinta di laut. Kami berkali-kali memotret diri sendiri dan merekamnya untuk kami tonton sendiri ataupun untuk disebarkan.

    Saat menontonnya sendiri ataupun menyaksikan orang lain yang menonton, kami menjadi horny dan bercinta di mana saja selama belum diusir.

    Tetapi akhirnya aku meninggalkannya saat pulang ke kotaku. Aku masih lebih suka mempertontonkan diri sendiri. Kali ini aku berani menggunakan vibrator.

    Akhirnya aku bisa benar-benar jatuh cinta pada seseorang. Ia adalah kakak temanku. Hari itu aku dan teman perempuanku sedang menonton film porno di rumahnya. Kami sama-sama suka bermasturbasi.


    Saat itu kami sedang bugil, lalu aku sadar bahwa kakaknya ada di kamar sebelah. Lalu muncul ide gila ini. Kami akan melakukan adegan sex dengan pintu terbuka. Saat itu orang tua temanku sedang tidak ada. Aku buru-buru melepas pakaianku, tetapi masih memakai G String. Lalu aku duduk di kursi kulit dan menghadap pintu.

    TV kami matikan. Temanku yang ternyata biseks mulai menjelajahi dadaku. Rasanya aneh. Antara sesama wanita rasanya begitu lembut walau aku tidak begitu horny dengannya. Lalu jarinya menjelajah ke memekku. Lalu kakaknya keluar hingga ia terpaku mendengar desahanku. Saat itu temanku sedang memasukkan vibrator dalam memekku.

    Aku menggelinjang keenakan sambil menggosok-gosok klitorisku sendiri. Temanku tertawa nakal. Lalu kakaknya masuk dalam kamarnya dan membentak..

    “Ngapain lo berdua?” Kami pura-pura terkejut.

    Ia benar-benar marah pada adiknya. Tetapi ia tidak marah padaku. Jadi kutunjukkan saja lebih demonstratif untuknya. Aku mencabut vibrator dan berjalan ke arahnya dengan telanjang bulat. Ia terpaku melihatku dengan agak salah tingkah. Aku menciumnya. Ia tidak membalas. Tetapi aku tidak menyerah!

    Aku duduk di hadapannya dan menaikkan kakiku satu-satu. Kurentangkan selebar-lebarnya. Ia terbelalak melihat memekku. Aku bangga akan tubuhku. Aku bermasturbasi di hadapannya. Aku sangat menyukainya. Ia membuatku lebih horny lagi. Ketika aku hampir memasukkan vibrator, ia mendekatiku.

    Melumat bibirku dan turun sampai ke memekku. Aku membuka pakaiannya. Kami sama-sama berdiri. Tadinya aku hampir orgasme tetapi tidak jadi.

    “Aku suka kamu” kataku.

    Ia tidak bereaksi. Ia menciumi tengkukku dan tangannya menggerayangi tubuhku. Aku menidurinya dan memegang penisnya yang mengeras. Temanku keluar sambil tersenyum padaku.


    Aku mengocok penisnya dan menjilatinya. Sesekali menggigit kepalanya. Ia mengerang. Lalu aku menggosok-gosok penisnya pada memekku. Penisnya cukup besar hingga aku agak takut dan terus melumatnya. Semakin lama aku semakin menikmatinya. Rasanya seru. Aku terus menjilat dan berusaha memasukkan penisnya dalam mulutku. Aku menggigit-gigitnya dan sesekali memainkan zakarnya.

    Ia mengerang keenakan sampai akhirnya ia orgasme. Aku menelan semua spermanya. Aku tertawa senang. Lalu ia balik menerkamku. memekku habis dijilat dan digigitinya. Ia bagaikan singa gila. Dan dia adalah pria paling hebat dalam melakukan oral sex yang kutahu selama ini. Aku orgasme sampai empat kali!

    Dia lalu memasukkan penisnya dalam memekku. Aku dan dia sama-sama mendesah-desah keenakan. Aku merasakan denyutan di memekku semakin kuat hingga aku menjerit keenakan.

    Sementara dia juga sesekali menjerit. Kami benar-benar gila. Sesekali ketika aku berkata akan orgasme, ia berhenti dan mengganti posisi. Aku benar-benar lemas dia buat. Ia hebat sekali dalam bercinta.


    Ketika akhirnya aku dan dia sama-sama orgasme, itu adalah orgasme yang paling yang pernah kurasakan. Aku takkan pernah melupakannya. Nikmatnya masih terasa setelah setengah hari berlalu. Ketika mengingatnya, aku jadi sering bermasturbasi sendiri. Bahkan terkadang di hadapan umum sekalipun bila aku sedang horny sekali.

  • Video bokep Jepang toket gede Maya Mizuki mijit saat mandi

    Video bokep Jepang toket gede Maya Mizuki mijit saat mandi


    828 views

  • Foto Bugil Kimmy Granger dengan rok mikro dan kaus kaki bikini top

    Foto Bugil Kimmy Granger dengan rok mikro dan kaus kaki bikini top


    1555 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang sexy pantat montok Kimmy Granger pakai rok mini dan bikini merah toketnya kecil sambil berpose disamping pintu menampilkan memeknya yang bulunya baru dicukur.

    Koleksi Foto Cewek Cewek Cantik, Foto Cewek Cantik Idaman Para Cowok, Foto Wanita Cantik Gambar, Foto Wantik Cantik Tersenyum Gambar, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru 2019, Foto Cewek Cantik dan Cewek Imut, Foto Terbaru Artis, Kumpulan Potret Perempuan Cantik Di Dunia, Koleksi Foto Gambar Cewek Cantik Terbaru 2019

  • Video Bokep Asia Mikan Kururugi bermastrubasi sebelum menghisap 2kontol

    Video Bokep Asia Mikan Kururugi bermastrubasi sebelum menghisap 2kontol


    810 views

  • Tiny Skye West Fucks Her Sister’s Boyfriend

    Tiny Skye West Fucks Her Sister’s Boyfriend


    853 views

  • Foto Bugil Si cantik berambut pirang lepas bajunya untuk menampilkan pantat mungilnya yang indah

    Foto Bugil Si cantik berambut pirang lepas bajunya untuk menampilkan pantat mungilnya yang indah


    928 views

    Duniabola99.com – foto cewek pirang melepas bajunya untuk memamerkan pantanya yang bahenol dan menampilkan toketnya yang kenyal dan padat dan juga memamerkan memeknya yang tanpa bulu sambil berpose diatas tempat tidurnya.

    Foto cewek pangilan, Foto model asia seksi mulus, Fodel indonesia seksi mulus, Foto tante girang, Foto tante seksi, cewek pangilan, cewek boking, Koleksi foto cewek cantik, Kumpulan Foto Wanita Cantik, Kumpulan Foto Gadis Sunda Cantik, 7 Cewek Canti,

  • Sky Yui Kyouno Sky Angel

    Sky Yui Kyouno Sky Angel


    704 views

  • Foto Bugil Cewek seksi Euro Alexis Brill memamerkan kaki seksi di kamar mandi

    Foto Bugil Cewek seksi Euro Alexis Brill memamerkan kaki seksi di kamar mandi


    1023 views

    Duniabola99.com – foto gadi rambuk coklat Alexis Brill mandi memperlihatkan toketnya yang kecil dan memeknya yang dicukur botak.

    Koleksi Foto Memek Cewek Cantik Ngangkang, Foto Tante Cantik Cuma Pakai BH CD, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Foto Hot Tante Janda Muda Kena Crot, Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru & imut, Kumpulan foto cewek cantik, Kumpulan Gadis Cantik Berbaju Seksi,

  • Video bokep Ryoko Murakami pakai baju tradisional jepang dan diikat

    Video bokep Ryoko Murakami pakai baju tradisional jepang dan diikat


    750 views

  • Video Bokep Anikka Albrite malam yang panjang dan setelah bangun pagi

    Video Bokep Anikka Albrite malam yang panjang dan setelah bangun pagi


    637 views

  • Video bokep Luna Ruiz main mobil-mobilan dan coklat

    Video bokep Luna Ruiz main mobil-mobilan dan coklat


    646 views

  • Kisah Memek Pemerkosaan Sadis Karyawan Bank

    Kisah Memek Pemerkosaan Sadis Karyawan Bank


    1064 views

    Duniabola99.com – Rida yakni satu orang gadis 20 tahunan yg bekerja di suatu bank negara di kota Bkl. Dia tinggal di rumah kos dgn satu orang teman wanitanya, Ita, yg serta bekerja di bank yg sama biarpun terhadap cabang yg tidak serupa.

    Dirinya mempunyai badan yg kencang. Wajahnya pass manis dgn bibir yg penuh, yg senantiasa dipoles bersama lipstik warna jelas. Pasti saja sbg satu orang teller di bank penampilannya mesti senantiasa dijaga. Beliau senantiasa tampil manis & harum.


    Sebuah hri di sore hri Rida terperanjat menyaksikan kantornya sudah gelap. Berarti pintu sudahdikunci oleh Pak Warto & Diman, satpam mereka. Beliau tadi berangkat ke Kloset apalagi lalusebelum dapat pulang. Barangkali mereka mengira dirinya telah pulang. Baru saja beliau dapatmenggedor pintu, kebanyakan para satpam duduk di pintu luar. Ada informasi para satpam di kantor bank tersebut bakal diberhentikan lantaran pengurangan karyawan, Rida merasa kasihannamun tidak mampu berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berartitidak sedikit pun korban PHK kali ini.

    Ingin kemana Rida? tiba-tiba satu orang menegurnya dari kegelapan meja teller. Rida terperanjat, ada Warto & Diman.

    Mereka menyeringai. Eh Pak, kok telah dikunci? Saya ingin pulang, lalu Rida menyapa mereka berdua yg mendekatinya. Rida, kami dapat diberhentikan besok.., Warto bicara. Iya Pak, saya pun nggak dapat apa apa.., Rida menjawab. Di luar hujan mulai sejak turun.
    Seandainya demikian.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak, tiba-tiba Diman yg lebih belia menjawab sambil menatapnya tajam.
    I.., iya.., besok saya belikan kenang-kenangan.., Rida menjawab.

    Tiba-tiba beliau merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka. “Aah! Jangan Sampai Pak!”. Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Agen Bola Terpercaya

    Gadis itu terkejut & tersentak saat kancing blusnya berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan utk seumur hidup!”. Warto menyeringai menonton Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berikhtiar meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat ke luar. “Jangannnn! Lepaskannn!”, Rida berikhtiar meronta.


    Hujan turun dengan derasnya. Diman diwaktu ini berupaya menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama
    memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka tak jarang mengintipnya waktu ke kamar mandi. waktu ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dgn keras. “Eit, melawan pun si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.

    Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas seluruhnya peralatan di meja itu berhamburan bersih. “Aahh! Jangan Pak! Jangannn!”, Rida sejak mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu. Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.

    Diperlakukan seperti itu, Rida pula mulai merasa terangsang. ia sanggup merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan
    celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Perihal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan enteng mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai sejak sejak ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, “Plak! Plak!”.

    Tubuh Rida memang lah kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini dirinya nampak amat sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga bisa menyaksikan wajahnya.

    Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya. “Sret!”, Rida tersentak kala celana dalamnya telah ditarik robek. Menyusul branya ditarik dgn kasar. Rida memang lah merasa terhina. Beliau dibiarkan hanya bersama mengenakan stocking sewarna bersama kulitnya. Sementara penis Warto yang gede dan keras sejak sejak mulai
    melesak di vaginanya. “Ouuhh! Adduhh..!”, Rida merintih. Seperti anjing, Warto sejak mulai sejak menyodok nyodok Rida dari belakang.
    Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya bakal menangis tak berdaya.


    Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, setelah itu menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan.

    Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang masih ke luar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida. “Ampuunnn…, hentikan Pak..”, Rida menangis tersengal-sengal. Warto duduk di atas sofa tamu. Selanjutnya dgn dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

    “Slebb!”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah. Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Setelah Itu mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida terus tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto dikala dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman sejak mulai sejak memaksa menyodominya. “Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…!”, Rida berupaya meronta, tetapi tidak
    berdaya.

    Warto tetap melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat ia kelihatan erotis dan merangsang. Serta rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin serentak dan dalam mendadakberakhir. Rida ditelentangkan bersama tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu.

    Rida gelagapan disaat Warto mengocok mulutnya setelah itu mendadak kepala Rida dipegang erat dan… “Crrrt! Crrrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi. Rida merasa bakal muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga dirinya terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal mengupayakan menelan seluruh cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.


    Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Dirinya pasrah hingga kembali cairan sperma isikan mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesengggukan. Diman memanfaatkan celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya. “Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..”, ujar Warto sambil membuka pintu belakang. Tak lama seterusnya 3 orang satpam lain masuk. “Ayo, waktu ini giliran kalian!”, Rida terkejut menonton ke-3 satpam bertubuh kekar itu. Dirinya akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan sohib sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang tengah tengah malam ini lantaran harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.

    Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah mengakses pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat menonton batang kemaluan mereka yang telah mengeras. “Ayo Rida, kulum punyaku!”, Rida yang hanya mengenakan stocking itu
    dipaksa mengoral mereka bergiliran. Tubuhnya tiba-tiba di untuk dalam keadaan seperti merangkak. dan sesuatu yang keras sejak sejak mulai melesak paksa di lubang anusnya. “Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Rida menangis tak berdaya. Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram. “Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”. Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang kala cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya
    hingga habis. Kepalanya dipegangi dgn sangat erat. dan lelaki lain cepat menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya.
    Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka pun bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.

    Badan Rida yg sintal itu basah berbanjir peluh & sperma. Stockingnya sudah penuh noda-noda sperma kering. Hasilnya Rida ditelentangkan di sofa, setelah itu para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida & mengocoknya disana, sampai dengan cara bergiliran sperma mereka muncrat di semua wajah Rida.

    Waktu sudah selesai Rida telentang & tersengal-sengal lemas. Badan & wajahnya belepotan cairan sperma, keringat & air matanya
    sendiri. Rida pingsan. Tetapi para satpam itu nyata-nyatanya belum puas. “Belum pagi nih”, tutur salah seseorang dari satpam itu. “Iya, saya tetap belum puas…”. Hasilnya muncul gagasan mereka yg lain.


    Badan telanjang Rida diikat erat. Setelah Itu mereka membawanya ke belakang kantornya. Bidang belakang bank itu memang lah masihlah sepi & tidak sedikit semak belukar. Rida yg tetap dalam kondisi lemas diletakkan demikian saja di suatu pondok lanjut umur ruang para pemuda berkumpul kala tengah malam. Hujan sudah mogok tapi hawa tetap demikian dinginnya. Mulut Rida disumpal bersama celana dalamnya. Dikala tengah malam makin larut baru Rida tersadar. Beliau tersentak menyadari tubuhnya tetap dalam kondisi telanjang bulat & terikat tidak berdaya. Dia memang merasa dilecehkan sebab stockingnya tetap terpasang.

    Tiba-tiba saja terdengar nada sekian banyak cowok. & mereka terperanjat saat masuk.
    “Wah! Ada hadiah nih!”, aroma alkohol kental ke luar dari mulut mereka. Rida berupaya meronta waktu mereka mulai sejak menggerayangi badan sintal telanjangnya. Tetapi dia tidak berdaya. Ada 8 orang yg datang. Mereka cepat menyalakan lampu listrik yg remang-remang. Badan Rida sejak mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida cuma sanggup menangis pasrah & merintih terhambat.

    Beliau ditunggingkan diatas lantai bambu selanjutnya para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Seluruhnya lubang di tubuhnya dengan cara bergiliran & bersamaan disodok-sodok bersama amat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada & wajahnya. Tiap-tiap kali bakal pingsan, seorang bakal menampar wajahnya sampai beliau kembali tersadar.
    “Ini kan teller di bank depan?”

    Mereka tertawa-tawa sambil tetap memperkosa Rida bersama beraneka posisi. Rida yg masihlah terikat & terbungkam cuma sanggup pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih & merah kekuningan mengalir dari lubang pantat & vaginanya yg sudah memerah akibat dipaksa menerima demikian tidak sedikit batang penis. Dikala satu orang sedang sibuk menyodominya, Rida tidak tahan lagi & hasilnya pingsan. Entah telah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruhnya badan Rida sebelum hasilnya meninggalkannya demikian saja sesudah mereka puas.

  • Kisah Memek Lina awek seluar track seksi

    Kisah Memek Lina awek seluar track seksi


    876 views

    Duniabola99.com – Aku Lina. Aku masih belajar di sebuah kolej swasta. Aku suka memakai seluar track dan paling best kalau tak pakai seluar dalam. Semuanya sebab ada cerita sebenarnya kenapa aku suka pakai seluar track. Macam ni ceritanya bermula. Menarabola


    Aku tinggal bersama mak bapak aku dan adik beradik aku di sebuah taman perumahan. Masa tu aku masih sekolah tingkatan 4. Walau pun masih sekolah tapi body aku memang mengancam. Bentuk body aku yang macam orang dewasa menarik minat ramai lelaki terutamanya peha dengan bontot.
    Masa tu aku masih tak matang sangat jadi tak tahu sangat nafsu lelaki ni camne. Budak-budak lagi la katakan. Sampai la satu hari tu aku pergi la ke kedai beli kelapa parut. Tengah tunggu akak mamak tu parut kelapa, datang la sorang brader ni nak beli rokok. Bila aku tengok dia, dia pun tangok aku. Bila dia tengok aku aku pun tengok dia. Kami senyum. Lepas tu dia datang dan tegur aku. Kami pun berkenalan. Namanya Zack. Kerja kat kilang elektronik sebagai technician.

    Kami lama-lama jadi couple. Dia selalu bawak aku keluar naik motor dia. Apa yang aku perasan bila aku bonceng motor dia mesti ramai driver yang tengok aku. Rupanya gaya aku naik motor tu memang daring habis. Melentik lebih-lebih lagi kalau aku pakai kain uniform sekolah. Memang nampak gebu la peha dengan bontot aku yang montok ni. Tapi Zack ni biasa-biasa je bila kita orang jumpa.

    Sampai la satu hari ni aku balik dari hari sukan sekolah. Pakai t-shirt dengan seluar track je. Zack ambik aku balik dari sekolah dan kita orang lepak kat taman tasik. Masa lepak-lepak tu Zack asyik tengok je peha aku. Pastu dia asyik tenung je kelengkang aku. Pastu lama-lama dia dah mula usap-usap peha aku. Makin lama makin lain macam. Aku tak kisah sangat sebab aku pun suka. Lama-lama Zack pegang cipap aku. Dia gosok-gosok tangan dia kat cipap aku sampai aku stim. Aku memula tu malu tapi stim punya pasal lama-lama aku sendiri cum. Aku peluk Zack sebab sedap sangat.

    Pastu aku tanya Zack kenapa suka tengok peha aku. Zack cakap sebab cantik dan seksi. Aku tak faham sebab takkan la pakai seluar track pun boleh kira seksi. Aku pun tak kisah sangat la.

    Tapi lepas tu aku sengaja nak test Zack. Kami jumpa lagi pada hari yang lain dan aku sengaja pakai seluar tarck lagi. Sekali lagi Zack asyik tengok je peha dan cipap aku. Lepas tu Zack asyik suruh aku jalan ke sana sini depan dia. Rupa-rupanya dia nak tengok bontot aku.

    Aku pun sengaja la mengada-ngada la kat Zack supaya dia gosok cipap aku lagi macam hari tu sampai cum. Zack macam faham. Cipap aku pun digosok-gosok tangan Zack sampai la aku terkangkang-kangkang cum dalam seluar track aku. Basah kelengkang aku.


    Lepas tu Zack mintak aku berdiri depan dia. Pastu Zack menyangkung belakang aku. Dia pegang-pegang bontot aku. Lepas tu dia cium bontot aku. Lepas tu dia sembam muka dia kat bontot aku. Aku dengar Zack sedut nafas kuat-kuat. Aku tunduk biar bontot lagi tonggek.

    Zack buka zip seluar. Dia tunjuk aku konek dia. Dah keras. Dia berdiri belakang aku. Dia lancap sambil tengok bontot aku. Lepas tu dia peluk aku dari belakang. Zack letak konek dia kat celah bontot aku. Dia suruh aku tonggeng. Lepas tu dia geselkan konek dia kat celah bontot aku. Bila aku toleh kat konek dia ada air jernih dah keluar dan basahkan seluar track aku.

    Aku lentikkan lagi bontot aku. Zack tampar manja bontot aku berkali-kali. Sedap jugak. Bergegar bontot aku dalam seluar track yang sendat tu. Zack tekan konek dia pastu dia mengerang sambil paut pinggang aku. Aku pastu rasa konek dia bergerak-gerak kat celah bontot aku. Aku pun toleh. Terkejut aku bila tengok dia dah terpancut air mani yang putih dan pekat kat bontot aku. Banyak gila yang berpalit atas seluar track aku. Zack tekan-tekan lagi sampai la dia puas.

    Lepas tu ada satu lagi kejadian yang menguatkan sangkaan aku bahawa seluar track buatkan lelaki stim. Aku pergi la beli barang dapur kat satu pasaraya nih sebab mak aku suruh. Kat situ aku tengok ramai lelaki yang asyik tengok bontot dan peha aku. Seluar track aku memang macam biasalah sendat sarung bontot aku. Dah tu aku tak pakai seluar dalam. Lagi la licin je bontot aku.

    Pastu masa aku balik aku jalan kaki je sebab rumah aku dekat je dengan pasaraya tu. Masa aku balik aku tengok ada dua orang bangla yang aku nampak dok asyik tengok aku kat pasaraya tadi ada tengah bertenggek kat bawah pokok tepi padang. Aku kenal muka dia orang sebab kat situ lampu jalan terang.

    Masa aku jalan lintas dia orang aku sedar dia orang asyik tengok aku. Lepas tu aku sedar dia orang ikut aku. Aku dah cuak jugak takut kena rogol. Sampai je kat lorong sebelah kedai-kedai, dah tak jauh la dari rumah aku, aku berenti jap dan toleh belakang. Aku tengok dua orang mat bangla tu ikut aku.


    Paling terkejut dia orang dah keluarkan konek dia orang dan tengah melancap tengok aku. Aku takut, aku lari takut kena rogol. Tapi baru je aku nak lari dia orang dah tahan aku.

    Sorang bangla berdiri depan aku sorang lagi kat belakang aku. Dia orang cakap dia orang tak mahu apa-apakan aku cuma nak tengok sahaja. Bila aku tanya dia orang nak buat apa, dia orang cuma cakap nak melancap saja dan bagi aku duit lepas dah puas. Aku pun ok je la sebab dia orang janji tak sentuh aku.

    Lepas tu bangla tu suruh aku berdiri dan dia orang berdiri melancap kat belakang aku. Aku toleh dan tengok dia orang bernafsu betul melancap sambil tengok bontot aku. Lepas tu aku rasa celah bontot aku kena sondol. Bila aku toleh sorang bangla tu tengah sondol bontot aku dengan konek dia. Muka dia dah berkerut-kerut stim. Lepas tu aku rasa air mani dia memancut tembus seluar track aku yang licin tu sampai masuk ke celah bontot aku. Banyak juga yang melekat kat seluar aku.

    Bangla tu merengek macam budak-budak kena sebat. Punyalah dia stim. Lepas tu yang sorang lagi dah tak boleh tahan. Dia dah stim sangat sebab tengok member dia pancut kat celah bontot aku. Dia tolak member dia ke tepi pastu dia lancap dan dia halakan konek dia kat bontot aku dan pastu aku tengok laju je air mani dia memancut melekat kat seluar track aku. Dia makin dekatkan konek dia sampailah dia gosok-gosok kepala konek dia yang hitam tu kat bontot aku. Panas bontot aku kena siram air mani bangla-bangla tu.

    Lepas tu bangla tu bagi aku dua puluh ringgit, sorang sepuluh ringgit la. Dia tanya apa nama seluar yang aku pakai tu dalam bahasa melayu. Aku pun cakaplah seluar track. Dia kata kalau boleh nanti bila-bila selalu pakai seluar tu sebab nanti dia nak bagi aku duit lagi. Aku iyekan je lah. Lepas tu aku balik dengan bontot aku yang hamis dengan bau air mani bangla.

    Satu lagi kejadian yang aku memang tak terfikir. Masa tu aku tingkatan 5. Aku macam biasa pakai seluar track kat rumah. Masa tu tinggal aku dengan adik lelaki aku kat rumah. Dia orang semua pergi jemputan kawin kat taman sebelah.

    Aku tertidur siang lepas baring-baring sambil tengok tv kat ruang tamu. Tapi lepas lebih kurang setengah jam aku tertidur aku terjaga. Aku sedar dalam keadaan masih baring mengiring kat atas karpet lantai depan tv. Aku masuk bilik air dan buka seluar sebab nak buang air. Masa aku nak sangkutkan seluar track aku kat penyangkut dalam bilik air tu, aku terperasan bahagian bontot seluar aku berbekas besar dan masih basah. Bila aku cium je aku serta merta tahu itu bau air mani lelaki. Aku dah cuak semacam. Siapa pulak yang berani pancut kat aku masa kat rumah. Bila aku fikir-fikir, yang ada kat rumah masa tu cuma aku dan adik aku je.


    Jadi siapa lagi, ini sah kerja adik aku yang tingkatan 3 tuh. Tak sangka pulak aku adik aku stim kat aku. Bahaya nih. Tapi aku rasa macam syok pulak. Jadi mula dari hari tu aku buat-buat tak tahu apa yang dia dah buat kat aku. Aku sengaja pakai seluar track kat rumah dan sasaran aku adalah nak tengok sejauh mana adik aku stim kat aku.

    Aku tengok dia pasti tak lepas peluang tengok bontot aku bila aku pakai seluar track dan berkain batik. Tapi bila aku pakai seluar track, pasti dia akan senyap-senyap masuk bilik aku masa aku tidur dan melancap sampai memancut kat bontot aku. Paling selekeh adalah seluar track aku yang dah berlonggok kat dalam bakul basuhan menunggu nak dicuci tu pun menjadi mangsa.

    Pernah gak aku mengintai apa dia buat dengan seluar track aku yang aku nampak dia ambil masa aku buat-buat tidur siang. Pelan-pelan aku ngendap dia kat dalam bilik air tengah melancap gunakan seluar track aku tu.

    Adik aku memang kuat melancap. Tak ada satu pun seluar track aku yang berada dalam bakul basuhan tu terlepas dari menjadi mangsa lancapnya. Pantang aku campak kejap dalam bakul basuhan, pasti hilang sekejap. Bila dah ada balik, pasti berselaput dengan air maninya yang pekat, terutamanya kat area bontot. Perkara ni berlaku
    sampai sekarang dan kami semakin advance.

    Aku kemudian clash dengan Zack. Entah kat mana silapnya kami berpisah akhirnya. Lepas tu aku berkawan dengan Hafiz. Member sekelas aku. Kita orang couple sampai aku masuk kolej dan lepas tu tak contact lagi sampai sekarang. Sepanjang aku couple dengan dia, aku menjadi tempat dia memancutkan air maninya. Mulanya aku ingat dia ni tak selera
    sangat bila aku pakai seluar track. Tapi aku silap, dia bernafsu gila kalau aku pakai seluar track. Memang confirm seluar track memang menjadi perhatian dan membuatkan lelaki stim, lebih-lebih lagi kalau orang yang memakainya berbontot bulat macam aku.


    Pertama kali dia pancut kat aku adalah pada petang selepas habis exam SPM last paper.
    Kita orang dating kat taman permainan. Kita orang duduk berdua dalam gelung. Kat situ kita orang bercium dan Hafiz raba-raba peha aku sampai ke kangkang aku. Dia mainkan cipap aku sampai aku stim. Secara tak langsung aku pegang konek dia dan keluarkan dari seluarnya. Aku lancapkan konek dia dan dia terpancut-pancut kat tangan aku.

    Lepas tu kita orang dating lagi dan yang peliknya dia minta aku pakai seluar track. Dia bawak kereta mak dia dan bawak aku jalan-jalan kat bandar. Lepas tu kita orang parking kat taman tasik, tempat kenangan masa aku couple dengan Zack dulu. Kat situ Hafiz peluk belakang tubuh aku. Dia tekan konek dia kat bontot aku.

    Lepas tu dia keluarkan konek dia dan peluk aku sambil gesel-geselkan konek dia kat bontot aku yang licin dengan seluar track tu. Akhirnya dia memancutkan air mani dia.

    Esoknya pulak kita orang dating lagi dan dia lancap sambil tengok aku berdiri depan dia. Dia buat macam yang mat-mat bangla tu buat kat aku dulu.

    Akhirnya aku terpaksa akui bahawa aku akhirnya sudah tiada dara lagi. Aku juga terpaksa akui bahawa aku menikmati persetubuhan yang pada asalnya tak kau relakan itu. Dara ku telah di ragut oleh adik kandung ku sendiri semasa aku cuti semester tahun lepas. Adik aku juga sedang cuti semester masa tu. Silap aku juga, akibat nak sangat menunjukkan keseksian kepada adik aku yang sememangnya aku dah tahu yang dia stim kat aku kalau pakai seluar track akhirnya mengundang musibah kepada ku.

    Pada hari tu famili aku sekali lagi pergi jemputanorang kawin. Musim cuti sekolah la katakan. Tinggal la aku dengan adik aku kat rumah. Aku yang tahu dia pasti akan ambik kesempatan kalau aku tidur siang pun sengaja pakai seluar track yang dah lama aku tak pakai tersimpan kat dalam almari pakaian aku. Memang banyak stok seluar track aku sebenarnya. Tapi aku boleh tak perasan pulak yang seluar track tu dah koyak kat kelengkang.

    Aku pun buat-buat la tidur kat bilik dengan pintu bilik yang sengaja aku buka luas, biar adik aku stim tengok bontot aku yang sendat dan licin dalam seluar track. Masa adik aku masuk bilik aku, aku buat-buat tidur. Lepas tu aku dengan dia bernafas laju. Lepas tu aku rasakan bontot aku kena usap pelan-pelan. Usapan adik aku sungguh lembut, mungkin dia tak mahu aku sedar rasanya.


    Lepas tu dia raba sampailah ke kelengkang. Keadaan aku yang tidur mengiring memudahkan dia meraba cipap aku. Tapi aku jadi pelik kenapa aku rasa lain macam je sentuhan dia. Teras macam kulit cipap aku kena direct kat kulit jari dia. Aku masa tu tak terfikirlah yang seluar tu dah koyak.

    Jadi aku selamba je lah biarkan sampai aku sendiri pun stim. Aku siap boleh dengar bunyi air cipap aku yang berdecit-decit kena gesel jari dia. Lepas tu adik aku tarik jari dia. Aku dengar macam dia tengah buat sesuatu. Aku syak dia tengah melancap tapi rupanya aku silap.

    Rupa-rupanya dia tengah buka seluar dia. Aku tahu pun bila keadaan dah terlambat. Aku biarkan je di saat aku rasa cipap aku menyentuh sesuatu yang hangat. Aku ingatkan jarinya tapi sebaik aku terfikir takkan jarinya boleh sehangat tu dan sebesar tu. Terus sahaja aku terfikir tak mustahil itu adalah konek dia. Aku teragak-agak nak menghentikannya, sebab aku rasa segan pulak takut dia kata aku selama ni berpura-pura
    tidur. Jadi aku teruskan buat-buat tidur walau pun dalam hati aku resahnya bukan main.

    Sebaik je benda tu aku rasa macam menerobos masuk dengan kuat dan laju sampai aku rasa pedih dan senak, barulah aku tahu bahawa memang benar itu adalah koneknya tapi yang peliknya masa tu aku rasa aku pakai seluar track, macam mana pulak dia boleh masuk? Ada lubang ke? Aku cepat-cepat buat-buat sedar dari tidur dan buat-buat terkejut. Adik aku cepat je tutup mulut aku dengan tangan dia sambil dia terus hayun konek dia keluar masuk. Aku yang kepedihan tengok memang betul aku pakai seluar track. Terus je aku raba kelengkang aku. Aku terpegang konek dia dan aku dapat rasa konek dia masuk ke cipap aku dari lubang yang ada kat kelengkang aku. Time tu lah aku mula rasa bangang yang teramat sangat. Macam mana la aku boleh tak perasan seluar track tu dah koyak kat kangkangnya.

    Aku tolak adik aku tapi dia dah tak kira, dia teruskan jolok cipap aku. Aku marah dia dalam kesakitan tu tapi tak jalan jugak. Makin laju dia hayun ada la. Adik aku peluk aku. Dia tiarapkan aku dan dia naikkan bontot aku. Aku lemah, memang lemah. Tenaga perempuan aku memang cukup lemah nak dibandingkan dengan dia. Aku akhirnya terpaksa menikmati kesedapan di setubuhi oleh adik kandung aku sendiri walau pun pada mulanya aku menolak dan menangis dalam kesakitan. Lama-lama sakit dah tak rasa, sedap adalah.


    Hayunan konek adik aku makin keras. Makin sedap aku rasa. Lepas tu adik aku tarik keluar konek dia dan aku pun rasa air mani dia memancut atas bontot aku yang sendat dengan seluar track tu. Air maninya yang hangat mencurah-curah atas bontot aku. Aku lemah membiarkan dia membuat aku seperti perempuan pemuas nafsunya.

    Lepas tu dia tingalkan aku sorang-sorang dalam bilik. Aku menangis sampai tertidur. Bila aku terjaga aku dapat rasa cipap aku dimasuki lagi koneknya. Bila aku tengok, dia tengah sedap menghayun cipap aku dengan seluar track aku yang dah dilorotkan ke lutut. Seluruh bontot aku open tanpa ditutup apa-apa. Aku tengok bontot aku berbekas love bite. Nafsu aku semakin bangkit. Selama ni aku cuma dapat pegang dan lancapkan konek lelaki tapi pada hari tu aku dah jadi tak waras. Aku biarkan adik aku menyetubuhi aku. Aku dah rasa sedapnya macam mana.

    Seks ringan-ringan dan kebiasaan aku bermain dengan kemaluan lelaki membuatkan aku gagal mengawal nafsu ku sendiri. Aku stim gila di jolok konek adik ku. Aku menonggeng tanpa disuruh, membiarkan adik aku menyontot cipap aku. Pedih memang terasa sebab tak biasa lagi tapi sedapnya mengatasi segalanya.

    Aku khayal menerima kemasukan koneknya yang keluar masuk dengan keras dan jitu. Adik aku tanpa segan silu asyik cakap sedap, sedap dan sedap. Dia kata tak sia-sia dia stim kat aku selama ni. Dia juga kata dia yang sengaja lubangkan seluar track aku semata-mata nak menantikan saatnya dan hari itu adalah saat yang dinantikan selama ini rupa-rupanya.

    Akhirnya aku tak keruan. Aku cum buat first time di jolok konek lelaki. Selama ni aku cuma merasa cum digosok tangan lelaki. Lepas tu adik aku cum kat celah bontot aku. Dia tekan konek dia sampai kepalanya masuk ke lubang bontot aku dan dia perah air maninya sepuas-puasnya. Aku dapat rasa air maninya bertakung di mulut lubang bontot aku. Pedih jugak sebab lubang bontot aku kecik.

    Start dari hari tu pantang ada peluang pasti nak main. Boleh katakan hampir semua seluar track aku mesti terkoyak kat kelengkang. Tapi lepas kita orang dah mula stay sama-sama. Koyakkannya makin besar. Sebab Kolej aku dan Universiti adik aku dalam satu town yang sama, jadi kita orang menyewa dan tinggal sama-sama. Sejak tinggal sama-sama tu adik aku dah makin berani buat benda yang makin tak senonoh. Di rogolnya bontot aku. Macam nak koyak lubang bontot aku masa dia rogol dulu. Aku sampai nak jalan gi kuliah pun payah. Terkangkang rasanya. Malu je.


    Tapi sebab dah hari-hari kena dan aku pulak tak daya nak melawan akhirnya aku sendiri dapat rasa sedapnya. Sama jugak macam masa mula-mula kena main kat rumah mak bapak aku dulu. Oleh sebab tulah koyak seluar track aku makin besar sebab jajahan konek adik aku dah bukan setakat lubang cipap, kini dia dah menakluki lubang bontot aku juga. Walau pun kita orang ada bilik masing-masing tapi itu setakat nak mengaburi mata orang tua aku je supaya dia orang tak ada nak syak apa-apa kalau dia orang datang. Tapi yang sebenarnya kita orang hari-hari tidur sekatil, mandi sama-sama, makan sama-sama, main dah tentulah sama-sama. Dah macam laki bini. Aku pun tak tahulah sampai bila kita orang akan terus macam ni. Nak berjauhan sayang, tak nampak muka sehari pun dah tak keruan.

    Hari ni aku tak pergi kuliah sebab ambik mc. Tak sedap badanlah. Mungkin sebab dah dua tiga hari ni aku lenjan je main tak kira siang malam. Pantang konek dia naik, pasti nak terjun balik dalam lubang aku. Pagi tadi sebelum dia pergi kuliah aku hisap konek dia sampai keluar semua air mani dia masuk perut aku. Telan la apa lagi. Sedap. Dah seminggu ni dia asyik mintak nak pancut dalam cipap. Aku cakaplah pancut dalam bontot je kan senang. Tapi dia asyik mintak je. Aku pun berbelah bagi nak kasi ke tak, takut mengandung la.

  • Foto Ngentot Keymore Cash menghisap kontol sebelum masuk kememeknya

    Foto Ngentot Keymore Cash menghisap kontol sebelum masuk kememeknya


    1076 views

    Duniabola99.com – foto cewek berkuliat hitam rambuut pirang Keymore Case menghisap kontol gede sebelum kontol gede itu menjebol memeknya yang berbulu tipis tipis.

  • Foto Ngentot gadis muda yang masih perawan dientot kontol gede

    Foto Ngentot gadis muda yang masih perawan dientot kontol gede


    1413 views

    Duniabola99.com – foto gadis muda pirang putih toketnya kecil lagi mencoba pakaian disamperin oleh pacarnya yang lagi sange berkontol besar dan melakukan hubungan seks ngentot diatas kursi dan memeknya yang pink tanpa bulu masih sempit dibobol oleh pacarnya yang berpenis besar dan menembakkan air mani kemulutnya.

  • Awesome Asian POV Show Along Akubi And Asami

    Awesome Asian POV Show Along Akubi And Asami


    775 views

  • Foto Ngentot Aksi hardcore gonzo dengan rambut coklat luar biasa Stella Cox

    Foto Ngentot Aksi hardcore gonzo dengan rambut coklat luar biasa Stella Cox


    2719 views

    Duniabola99.com – foto gadis cantik pirang toketnya gede ngentot dengan pacarnya yang berkontol besar ngentot dikamarnya melakukan penetrasi kememeknya yang sempit danjuga pantantnya yang masih perawan hingga merasakan kesakitan dan kenikmatan berakhir dengan menumpahkan air mani diatas toketnya yang gede.Beberapa foto dari Stella Cox.

  • Foto Bugil Istri remaja menggemaskan Allie Haze membentang vagina ketat dan lubang pantat

    Foto Bugil Istri remaja menggemaskan Allie Haze membentang vagina ketat dan lubang pantat


    1317 views

    Duniabola99.com – foto cewek dengan gaun pink dan melepaskannya diatas kursi panjang dan memainkan jari jari tangan di memeknya yang tanpa bulu.

    Kumpulan majalah online dewasa, Foto majalah dewasa, cerita dunia, Dunia artis, Dunia maya, Dunia model, Popular word, Foto Cewek Cantik, Foto Cewek Seksi, Foto cewek cantik asia, Cewek mulus, cewek tokek besar, cewek cantik, cewek seksi, Foto cewek tokek kecil, Foto cewek tokek besar, Foto cewek manis

  • Foto Bugil Gadis kurus bugik distudio foto

    Foto Bugil Gadis kurus bugik distudio foto


    782 views

    Duniabola99.com – foto gadis kurus pirang melepaskan gaunnnya yang bewarna hitam ketat distudio foto dan berposet hot menampakkan toketnya yang kecil dan memamerkan memeknya yang tembem.