Dear Polisi-Jaksa-Hakim, Ini Suara Korban Perkosaan yang Dipenjara

Dear Polisi-Jaksa-Hakim, Ini Suara Korban Perkosaan yang Dipenjara

Duniabola99 - Derita korban pemerkosaan anak di Jambi masih menyisakan cerita. Penahanannya ditangguhkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jambi dengan alasan kemanusiaan. Kini, anak itu dititipkan di rumah aman milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.

Selama hampir dua bulan menjalankan hukuman penjara di LP Muara Bulian di Sungai Buluh Jambi, kondisi anak trauma dan mengalami gangguan psikologis. Apalagi di LP itu korban juga bersama ibu serta kakak kandungnya yang menjalani proses hukuman.

"Ya kondisi korban waktu itu kita lihat dalam keadaan terpukul. Waktu di saat kita akan mengambilnya dari tahanan penjara di kawasan Sungai Buluh. Mungkin karena di LP itu ia bersama ibu juga ada pula kakak kandungnya itu. Tatapan mata anak itu terlihat kosong, lalu wajahnya yang murung, serta kondisi tubuhnya yang sedikit ngedrop. Saya rasa setelah dengan kejadian yang dialaminya itu psikologisnya terganggu. Apalagi saat itu ia yang menjadi korban malah ikut dipenjara," kata Advokat Konsorsium Perempuan Jambi, Mirna Novita Amir saat berbicang-bincang dengan detikcom, Rabu (8/8/2018)

Mirna yang juga merupakan pemerhati perempuan dan anak di Jambi meminta korban perkosaan tidak layak hukum. Ia juga meminta agar ibu dan kakaknya dapat dibantu proses hukumnya.

"Padahal, jika kita ketahui, si kakak itu merupakan pelaku dalam perkosaan tersebut, dan ibunya juga diduga turut membantu melakukan aborsi. Namun korban masih meminta agar kakak dan ibu kandungnya itu dapat dibantu proses hukumnya dengan alasan kasihan. Hal ini yang membuat kita beranggapan si anak masih peduli terhadap keluarganya, dengan apa yang terjadi dan dialaminya saat ini," terangnya.

Walau kini korban telah keluar dari tahanan penjara, bukan berarti kasus hukumnya berhenti begitu saja, hukuman terhadap korban yang diputuskan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi selama 6 bulan masih terus berjalan.

Namun dirinya serta pihak lainnya juga dari pengacara korban tetap berupaya agar melakukan banding terhadap putusan hukum tersebut, untuk korban dapat bebas dan menjalankan aktivitas sebagai anak pada umumnya.

"Kita akan berusaha bagaimana pun, agar si anak ini dapat terbebas dari hukuman penjara. Karena proses banding masih terus berjalan. Kita harap, anak ini dapat bebas karena ini terkait masa depannya nanti," terang Mirna

"Tetapi jika kita biarkan begitu saja, maka nanti psikologisnya akan terganggu lagi. Saat ini beberapa ditempatkan di rumah aman kondisi korban sedikit mulai stabil. Nanti korban juga akan kita sekolahan lagi dibangku sekolah SMA atau pun Pesantren untuk menghilangi rasa traumanya itu, setelah ia benar-benar terbebas dari hukumannya," sambungnya.

Tetapi, hal itu tidaklah mudah, karena butuh proses yang cukup baik agar si korban benar-benar telah melupakan kejadian yang telah menimpanya itu. Korban juga sementara dijauhkan dari kampung halamanya agar tidak kembali lagi rasa trauma tersebut.

"Mungkin saat ini masyarakat di tempat tinggal korban sudah menerima korban ataupun keluarganya lagi. Tetapi kita merasa nanti suasana itu dapat membuat korban terpikir lagi dan semakin dapat membahayakan psikologinya. Maka dari itu sampai ada waktu yang kita tentukan korban sementara kita pisahkan dulu dari hal itu walau korban nanti bisa dinyatakan bebas," jelasnya.

Kasus ini bermula saat si kakak memperkosa adiknya pada September 2017. Pemicunya, si kakak menonton film porno. Si kakak berusia 17 tahun sedangkan adik 15 tahun. Pada 19 Juli 2018, PN Muara Bulian Jambi menjatuhkan hukuman :

1. Kakak dihukum 2 tahun penjara dan 3 bulan pelatihan kerja
2. Adik dihukum 6 bulan penjara dengan pelatihan kerja 3 bulan

Sedangkan si ibu masih menunggu proses persidangannya di pengadilan.

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.