Sederet Praktik Prostitusi di Apartemen Kalibata City

Sederet Praktik Prostitusi di Apartemen Kalibata City

Duniabola99 - Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi yang diselenggarakan di Apartemen Kalibata City. Kasus ini bukan kali pertama, melainkan sudah berulang-ulang.

Pada Kamis 2 Agustus 2018 lalu, tim Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap prostitusi yang diselenggarakan di Apartemen Kalibata City. Di situ, polisi menangkap tiga orang muncikari.

"Jadi terkait dengan Apartemen Kalibata, dimana Polda Metro Jaya beserta jajaran mendapatkan informasi terkait adanya prostitusi anak yang dilakukan di apartemen Kalibata di Jaksel," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Beberapa tahun sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Apartemen Kalibata City. Tidak hanya melibatkan PSK profesional, tetapi juga ada yang melibatkan anak di bawah umur.

Berikut rangkumannya:

Jumat 24 April 2015:

Polda Metro Jaya menggerebek unit kamar di Tower H di Lantai 8 dan di Tower J Lantai 5. Polisi menemukan bukti bahwa di dua kamar itu menjadi tempat prostitusi online.

Praktek prostitusi di apartemen itu dipromosikan melalui sebuah situs. Para PSK di bawah umur dijanjikan gaji yang fantastis hingga belasan juta per bulan oleh muncikari.

"Di Tower Jasmine ini tempat penampungan, sementara tempat prostitusinya di Tower Hebras," urai Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didi Hayamansah, Sabtu (25/4/2015).

Seorang muncikari diamankan dalam kasus ini. Polisi juga mengamankan seorang korban anak berusia 14 tahun dan lainnya yang berusia 16-18 tahun.

Mei 2016

Praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City dibongkar oleh Polres Metro Jakarta Selatan.Polisi menangkap seorang germo berinisial N alias S dalam kasus ini.

"Belakangan ini kita banyak dihebohkan kasus pemerkosaan anak di bawah umur dan sebagainya. Ternyata faktor pemicu ada prostitusi di lingkungan permukiman. Salah satu yang kita ungkap kasus prostitusi online dan eksplotasi anak di lingkungan permukiman salah satu kejadiannya di Kalibata City," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat di kantornya, Kamis (19/5/2016).

Januari 2018

Polres Metro Jakarta Selatan juga pernah mengungkap praktek prostitusi yang dipromosikan melalui aplikasi WeChat. Tersangka berinisial N membuat akun 'Daun Muda' untuk menawarkan 'angelnya' kepada para pria hidung belang.

"Adapun modusnya muncikari yang bernama N ini mengumpulkan PSK ini di salah satu Apartamen Kalibata City menggunakan aplikasi WeChat," kata Mardiaz di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Kamis (25/1/2018).

Para PSK ini ditarif Rp 250-500 ribu untuk melayani hasrat seksual pria hidung belang. "Ketika ada yang memesan itu pijat plus-plus di-booking, terus keluar," terang Mardiaz.

Maret 2018

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang mami berinisial SL alias M (50) yang membuka praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Mami SL menyiapkan kamar sekaligus para 'angel' untuk melayani pria hidung belang.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat mengenai adanya kamar yang digunakan oleh PSK untuk melayani para tamunya. Setelah diselidiki, ternyata kamar itu memang sengaja disediakan oleh M untuk para PSK yang ia koordinasi.

"M dapat menyediakan kamar apartemen sebanyak 5 kamar beserta PSK-nya," kata Ade di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Selain M, polisi menangkap orang lain yang membantu M, yaitu IP alias R (27), MP alias N (21), dan YP (19). Polisi mengungkap langsung transaksi diduga terkait prostitusi itu pada 13 Februari 2018.

Mei 2018

Seakan tidak pernah berhenti, praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City juga diungkap dua bulan berikutnya, tepatnya Mei 2018 lalu. Di sebuah tower apartemen tersebut, polisi menangkan laki-laki berinisial H (31) dan wanita berinisial M (35) yang berperan sebagai 'papi dan mami'.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan keduanya ditangkap pada Kamis (2/5) lalu. Penangkapan dilakukan atas laporan dari masyarakat. Ade menjelaskan modus operandi prostitusi online itu menggunakan aplikasi WeChat. Mami dan papi akan mengundang orang yang belum tahu mengenai jasa prostitusi itu ke sebuah grup.

Mei 2018

Masih di bulan Mei 2018, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim menangkap NYM (32) penyedia jasa pornografi BDSM. NYM menawarkan jasa pornografi itu melalui akun Twitternya @missclaramaniez.

Kasubdit I Dittipidsiber Kombes Dani Kustoni mengatakan modus yang dilakukan NYM adalah dengan mengiklankan diri melalui akun Twitter miliknya. Dalam iklan itu diposting layanan seksual diberikan sesuai permintaan pelanggan.

"Yang dilakukan tersangka dengan akun Twitter ini dengan modus menawarkan mengiklankan berhubungan seksual BDSM dan memberikan layanan bentuk kekerasan yang diminta pelanggan," kata Dani di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.